tragedi sukhoi

Menteri Kelautan Siapkan Dana Rp100 M untuk Riset

Bagus Santosa - Okezone
Jum'at, 7 Januari 2011 22:04 wib
ilustrasi (foto:Biak.go.id)
ilustrasi (foto:Biak.go.id)

JAKARTA - Indonesia dikenal sebagai negara maritim, namun sayangnya Indonesia tak memiliki teknologi yang mumpuni untuk mengeksplorasi kekayaan laut tersebut.

"Apa artinya kalau kita tidak mengekspos kekayaan laut yang kita punya. Kekayaan Indonesia itu mencapai ratusan ribu Kita tidak punya teknologinya," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad di Hotel Pasific Place, Sudirman Jakarta, Jumat (7/1/2011)

Fadel mengatakan, kementerian kelautan akan menyiapkan dana sekira Rp100 milyar pada tahun 2012 untuk melakukan riset kelautan. "Tahun depan anggarannya Rp100 miliar untuk research untuk kelautan," ujar Fadel.

Selain itu, Fadel mengatakan saat ini Indonesia perlu melakukan kerjasama dengan negara lain seperti Amerika Serikat. "Ada beberapa kelebihan bekerjasama dengan Amerika, yang pertama kapal kita tidak ada yang mencapai 6000 meter, kapal kita hanya 2000m, Amerika punya. Lalu data-data kekayaan di bawah laut Amerika juga punya," tambah Fadel.

Indonesia dan AS akan melakukan eksplorasi secara menyeluruh di wilayah Indonesia. Nantinya eksplorasi akan bertahap mulai dari Sulawesi, Kalimantan, dan Jawa. "Yang terdekat adalah eksplorasi di Sulawesi Utara, Halmahera," katanya.

"Dana untuk kerjasama ini juga semuanya dari Amerika, kita hanya pendamping.
misalnya kapal, dan penelitinya," kata Fadel ketika ditanya mengenai masalah pendanaan.

Terkait kekhawatiran masalah pengerukan sumber daya di bawah laut oleh Amerika Serikat, Fadel mengatakan hal itu takkan terjadi. "Karena setiap eksplorasi kapal kita selalu menemani mereka, kita juga sedang menyiapkan kebijakan untuk eksplorasi laut," ujarnya.

Ditegaskannya, dengan adanya kerjasama dengan Amerika Serikat ini diharapkan akan memberikan keuntungan untuk Indonesia.

Sementara itu, Sugiarta Wirasantosa, Koordinator Peneliti Badan Riset Kelautan Dan Perikanan mengatakan, kerjasama ini sudah berjalan selama dua tahun.

Dijelaskannya, dalam waktu dekat pihaknya akan fokus meneliti Halmahera. "Kita masih diskusikan dan nantinya kita akan fokus," ujarnya.

Halmahera dinilai secara tektonik cukup kompleks jadi masih perlu didiskusikan mencakup aspek teknisi dan sains. "Sebenarnya banyak sekali yang ingin kita eksplor terutama laut dalam," kata Sugiarta.
(lsi)

  • uwo » 0 Tanggapan
    Beginilah kalau pemimpin tidak memiliki ilmu keahlian dan kemandirian national interprenership dibidang kelautan. Kata siapa bangsa kita tidak mampu? Ketika KKP dipimpin Freddy Numberi kapal riset kelautan kita Carakajaya-V telah mampu buktikan riset di Kutub Utara. Masak riset dilaut "dihalaman rumah" sendiri tidak bisa? Jika hanya peralatan deteksi eksplorasi hanya mampu kedalaman 2000M, kenapa tidak berpikir tinggal menambah meningkatkan endurance jelajah teknologi. Putra-putri terbaik bangsa ini tolong dihargai dilibatkan diberi kepercayaan penuh. Sarana kapal riset Cakrajaya-V yg cabggih milik KKP agar dimanfaatkan, tidak didiamkan saja yg nantinya menjadi besi bekas rongsokan. Memberikan peluang penuh kpd bangsa lain, mereka akan memiliki data seluk-beluk kekayaan laut kita secara detail, kepentingan mereka terfasilitasi, sedang bangsa kita sepanjang sejarah cuma jadi "PENONTON YG KEMALINGAN" di negeri sendiri. Mohon lebih bijak dan mencintai bangsa sendiri yg lebih Cerdas & Nasionalis.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • niko amrulloh » 0 Tanggapan
    kerjasama dengan AS memang menguntungkan, tapi...Indonesia sudah bisa dipastikan hanya dapat potongan kue nya saja. Fakta telah menyebutkan bahwa AS telah merampok negri ini
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Yusuf Hasani » 0 Tanggapan
    Upaya pak Fadel selaku Menteri Kelautan perli deberi apresiasi, akan tetapi perlu juga hati-hati dalam implementasi, jangan sampai menjadi masalah dikemudian hari, karena ini menyangkut sumberdaya laut, yg terkait dgn kepentingan negara dan kebutuhan masyarakat. Diduga pro -kontra dlm masalah ini akan ada.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Yusuf Hasani » 0 Tanggapan
    Upaya pak Fadel selaku Menteri Kelautan perli deberi apresiasi, akan tetapi perlu juga hati-hati dalam implementasi, jangan sampai menjadi masalah dikemudian hari, karena ini menyangkut sumberdaya laut, yg terkait dgn kepentingan negara dan kebutuhan masyarakat. Diduga pro -kontra dlm masalah ini akan ada.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.