Curhat Prajurit Soal Remunerasi Polri

|

Ilustrasi (Foto: okezone)

Curhat Prajurit Soal Remunerasi Polri

JAKARTA - Kebijakan pemerintah memberikan tunjangan prestasi kerja (remunerasi) kepada anggota Polri yang mulai berlaku pada Januari 2011, ditanggapi dingin oleh perwira level bawah.  

Nominal remunerasi yang diatur dalam Perpres No 73 tahun 2010 itu dirasa masih belum cukup mendongkrak kesejahteraan mereka, terlebih biaya kebutuhan hidup yang semakin melonjak.

 

Iptu S misalnya, pria berambut cepak berkulit sawo matang ini mengaku tetap bersyukur adanya pemberian remunerasi, namun dia tak dapat menutupi kekecewaannya karena nilai tunjangan tersebut menurutnya masih di bawah ekspektasinya.

 

Pria yang sehari-harinya mengontrak rumah di bilangan Duren Tiga, Jakarta Selatan ini berharap kebijakan pemberian remunerasi disesuaikan dengan iklim ekonomi.

 

“Jangan ada kenaikan (gaji) atau remunerasi tetapi harga-harga kebutuhan pokok juga dinaikkan. Itu kan malah jadinya sama saja. Malah bisa besar pasak daripada tiang,” ujarnya saat ditemui okezone, beberapa waktu lalu.

 

Kendati enggan menyebutkan berapa penghasilan gaji yang didapat, dia mengaku biaya hidup yang ditanggungnya sangat berat apalagi harus membiayai anggota keluarganya.

 

“Saya juga masih ngontrak (rumah), harus bayar kontrakan belum lagi biayai dua adik saya yang masih sekolah,” keluhnya.

 

Namun, meski mengaku berpendapatan pas-pasan dia dengan tegas menolak bila dirinya dianggap kerap mencari penghasilan tambahan dengan memeras pengendara kendaraan melalui tindakan tilang.

 

“Saya hanya menjalankan tugas Mas, kalau melanggar ya kita tindak, kalau tidak ya tidak. Penilaiannya ya obyektif lah, prajurit kan sudah dibekali ilmu sebelum bertugas. Teori itulah yang kemudian dipraktikkan saat kita bertugas di lapangan,” terangnya.

 

Meski begitu, dia tidak memungkiri adanya sejumlah oknum yang kerap memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan dengan menggunakan tilang sebagai jalan untuk nyambi mencari penghasilan tambahan.

 

“Kalau yang namanya oknum kan ada saja, tapi ya tidak semua (polisi) begitu. Masih ada kok polisi yang baik Mas,” ujarnya bangga.

 

Lalu, apa saran dia terkait dengan pemberian remunerasi ini agar ke depannya bisa menjadi cemeti diri sehingga lebih termotivasi dalam bekerja?

 

“Saya pribadi tentu berharap kalau bisa lebih baik dan ditingkatkan lagi (jumlahnya). Aspek kesejahteraan itu sangat penting bagi pegawai, semuanya, ya intinya proporsional lah,” tutup dia sembari berlalu dan menjalankan tugasnya kembali.

 

Sementara itu, pada kesempatan lain pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar menilai, remunerasi level perwira memang masih dirasa kurang memadai. Apalagi ditambah risiko pekerjaan yang berpotensi mengancam keselamatan mereka dilapangan.

 

Pemerintah menurutnya perlu menempatkan skala prioritas terhadap perwira bawah yang kerjanya langsung bersentuhan dengan masyarakat.

 

Menurutny, pilar yang sangat krusial bagi Polri adalah perwira level bawah yang merupakan abdi bangsa dan negara sehingga patut diperhatikan kesejahteraannya.

 

“Rasio perbandingannya dengan level pati sangat jomplang sekali. Apalagi banyak dari mereka prajurit itu rumahnya masih ngontrak, bertugas 24 jam pula. Dengan income (pendapatan) 1,5-2 juta itu masih kurang terlebih tuntutan kebutuhan hidup terus meningkat (harganya),” jelas dia.

 

Berikut nominal remunerasi anggota Polri sebagaimana yang tertuang dalam Perpres No. 73 tahun 2010 tentang Tunjangan Kinerja Bagi Pegawai di Lingkungan Polri tertanggal 15 Desember 2010:

 

-Kelas Jabatan 18 : Rp 21.305.000

-Kelas Jabatan 17 : Rp 16.212.000

-Kelas Jabatan 16 : Rp 11.790.000

-Kelas Jabatan 15 : Rp 8.575.000

-Kelas Jabatan 14 : Rp 6.236.000

-Kelas Jabatan 13 : Rp 4.797.000

-Kelas Jabatan 12 : Rp 3.690.000

-Kelas Jabatan 11: Rp 2.839.000

-Kelas Jabatan 10: Rp 2.271.000

-Kelas Jabatan 9 : Rp 1.817.000

-Kelas Jabatan 8 : Rp 1.453.000

-Kelas Jabatan 7 : Rp 1.211.000

-Kelas Jabatan 6 : Rp 1.010.000

-Kelas Jabatan 5 : Rp 841.000

-Kelas Jabatan 4 : Rp 731.000

-Kelas Jabatan 3 : Rp 636.000

-Kelas Jabatan 2 : Rp 553.000

-Kelas Jabatan 1 : -

(lsi)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Pembentukan DPR Tandingan Ngawur