JAKARTA - Saat ini sejumlah nama calon presiden dimunculkan ke publik, meski Pilpres 2014 masih jauh. Namun politisi Partai Demokrat Ahmad Mubarok melihat nama-nama capres yang dimunculkan sekarang tidak akan jadi di Pilpres 2014.
"Semua orang boleh berpikir 2014, silakan saja. Dijamin yang dimunculkan sekarang tidak jadi di 2014," katanya usai diskusi Mafia Kasus & Fenomena Hukum Indonesia di RM Bumbu Desa, Jakarta, Minggu (9/1/2011). Menurut Mubarok, alasannya karena capres yang dimunculkan sekarang akan habis energinya di 2014. "Kan ditembaki di sepanjang jalan. Saya juga lihat telalu jauh jaraknya," jelasnya.
Dalam jarak tersebut, kata Mubarok, ada games atau permainan. "Karena baru saja games pilpres kemarin kok mau mulai lagi," ujarnya. Seharusnya, bagi capres yang kalah kemarin adalah mendukung kepada pemenang pilpres. "Begitu masuk 2014, tinggalkan," imbuhnya.
Dia juga melihat tokoh-tokoh yang dimunculkan sekarang umumnya sudah jadul (zaman dulu). Sementara Ani Yudhoyono belum dimunculkan. "Yang memunculkannya orang lain, bukan demokrat. Demokrat tidak ada pikiran ke sana (calonkan Ani sekarang), itu hanya sinetron politik," ungkap dia. Idealnya, sambung Mubarok, untuk pencalonan capres adalah menjelang tahun 2013 dan 2014. "Sekarang kampanyelah dengan karya," imbaunya.
Sekadar diketahui, nama Ani SBY digadang-gadang layak menjadi capres 2011, meski dalam Indo Barometer hanya menempati posisi keenam. Dalam survei tersebut, peringkat pertama Megawati (21,8 persen), kedua Prabowo Subianto (15,5 persen), ketiga Wiranto (8,7 persen).
Sementara diperingkat keempat ada Aburizal Bakrie (5,6 persen), kelima Muhaimin Iskandar (3,5 persen), keenam Ani Yudhoyono (3,4 persen). Posisi ketujuh Surya Paloh (3,3 persen), kedelapan Hatta Rajasa (2,0 persen), kesembilan Suryadharma Ali (0,3 persen), dan terakhir Luthi Hasan Ishaaq (0,3 persen).
(Dadan Muhammad Ramdan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.