GRESIK - Komando Armada Timur TNI AL mengirim KRI Saputan untuk membantu pengiriman logistik ke Pulau Bawean. Pasalnya, selain persediaan sembako menipis, warga kesulitan menjangkau Bawean akibat gelombang laut tinggi beberapa hari terakhir.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Kabupaten Gresik Muhammad Najib, mengatakan berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Koarmatim TNI AL, kapal bantuan tersebut akan segera merapat ke dermaga Pelabuhan Gresik.
“Kapal tersebut bertolak dari Koarmatim di Surabaya menuju Pelabuhan Gresik, Senin malam. Selanjutnya kapal akan mengangkut penumpang dan barang Senin malam menuju Bawean,” kata Najib, Senin (17/1/2011).
KRI Saputan merupakan kapal perang modern yang bisa menembus ombak setinggi 5 meter. Kapal perang ini berkapasitas 50 orang dan dapat mengangkut kargo hingga 150 ton. Selain itu Pemkab Gersik berkoordinasi dengan Pangarmatim agar kapal tersebut juga mengangkut seluruh calon penumpang.
Sementara Kepala Administratur Pelabuhan (Adpel) Gresik Abdul Azis memastikan, sampai kemarin pihaknya belum bisa memastikan kapan pelayaran untuk kapal di bawah 1.000 GT dibuka. Termasuk dua kapal penyeberangan Gresik-Bawean, Kapal Motor Penumpang (KMP) Express Bahari 1C, dan KMP Dharma Kartika.
“Hingga Senin (17/1), pagi ini kondisi gelombang masih tinggi sekira 3 meter. Berbahaya untuk kapal kurang dar 1.000 GT. Kita tidak bisa memastikan kapan kondisi akan kembali normal,” jelas Abdul Azis
Akibat gelombang tinggi, Pulau Bawean kian terisolasi. Persediaan sembako terus menipis dan harganya pun melambung. Stok elpiji dan sejumlah bahan-bahan pangan lainnya sudah habis. Warga di Bawean terpaksa menggunakan kayu bakar untuk masak.
“Saya sudah muter-muter ke semua agen elipiji di Bawean, baik di Sangkapura maupun Tambak, stok sudah habis. Kendalanya lagi, hujan di Bawean hampir tidak pernah reda. Kayu bakar yang digunakan para ibu untuk memasak juga basah sehingga mereka kesulitan memasak,” kata Abdul Basith, koordinator LSM Grebang Bawean.
Selain stok menipis, harga-harga barang baik di Pasar Sangkapura maupun Tambak juga meroket. Harga cabai sekarang Rp135 per kilogram, telur per buah Rp1.250, bawang merah sebelumnya hanya Rp16 ribu per kilogram sekarang menjadi Rp22 ribu per kilogram, bawang putih dari Rp15 ribu per kilogram menjadi Rp20 ribu per kilogram. Beras menjadi Rp6.500 per kilogram padahal sebelumnya hanya Rp5.000 per kilogram.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.