Unsri Tetap Buka Jalur Mandiri

|

Image: corbis.com

Unsri Tetap Buka Jalur Mandiri
PALEMBANG – Kendati Mendiknas akan menghapus jalur mandiri di semua perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia pada 2012, Universitas Sriwijaya (Unsri) akan tetap membuka jalur mandiri bagi calon mahasiswa baru (cama) pada 2011.

Sesuai mekanismenya, jalur ini dibuka setelah seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) berlangsung. Pembantu Rektor (Purek) I Unsri Zulkifli Dahlan mengatakan, berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No 34/2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri hanya sebanyak 40 persen, sementara 60 persen lainnya harus dipenuhi melalui SNMPTN.

Atas dasar itulah, pihak Unsri hanya akan menerima 2.529 kursi melalui sistem ujian saringan masuk (USM), dari 6.548 kuota yang disediakan. “Jadi, tetap dibukanya jalur mandiri oleh Unsri tak hanya untuk memfasilitasi para calon mahasiswa yang ingin masuk Unsri. Lebih dari itu, jalur mandiri juga berfungsi meningkatkan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi bagi masyarakat,” ujar Zulkifli kemarin.

Dia menuturkan, pengumuman untuk jalur SNMPTN akan dilakukan pada 30 Juni 2011 dan penentuan kelulusan pada 4 Juli 2011. Selanjutnya, pendaftaran mahasiswa melalui jalur USM rencananya akan dibuka pada 21 Juni-23 Juli 2011 melalui sistem online. “Mereka yang menempuh jalur USM tetap harus melalui seleksi ujian tulis yang akan dilaksanakan pada 23 Juli 2011,” ucap Zulkifli.

Zulkifli menuturkan, Unsri akan mencermati kembali rencana Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) yang akan menghapus jalur mandiri pada semua PTN di Indonesia pada 2012. Namun, kata dia, setiap PTN sudah seharusnya melaksanakan apa yang diamanatkan pemerintah. Bila dalam aturannya ada hal-hal yang ”membingungkan”, dapat dikonsultasikan melalui forum ataupun pihak-pihak terkait lainnya. “Bila memang jalur USM harus dihapuskan, tentunya pemerintah telah ada jalan keluar yang baik. Mengingat, selama ini untuk jalur mandiri itu berjalan sendiri tanpa dibiayai pemerintah. Untuk Unsri, mungkin mahasiswa bisa memilih, mau kuliah di kampus Inderalaya atau kampus Bukit Besar. Ya kita lihat saja nanti,” papar Zulkifli.

Dia menilai, langkah Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Gajah Mada (UGM) yang telah mengambil langkah lebih dulu menghapus jalur mandiri tentunya telah melalui pertimbangan dari pihak PTN masing-masing. “Hal tersebut tentunya telah menjadi kebijakan dari pihak PTN terkait. Bisa saja mereka ingin mengutamakan penyaringan mahasiswa baru melalui sistem SNMPTN,” Zulkifli menerangkan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi Djoko Santoso mengungkapkan, penerimaan mahasiswa melalui jalur mandiri bukanlah suatu langkah yang dapat menurunkan angka kredibilitas sebuah PTN. Sebab, dalam prosesnya, peserta yang diterima melalui jalur ini masih harus melalui seleksi selayaknya yang ditempuh peserta lain pada jalur SNMPTN.

Sebaliknya, adanya sistem jalur mandiri pada sebuah PTN dapat memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat yang ingin menempuh pendidikan tinggi. "Ya apa masalahnya dengan USM. Mereka yang ikut jalur ini bukannya diterima begitu saja. Nyatanya, mereka masih harus ikut ujian, seleksi kesehatan dan lain-lain juga. Hanya, dalam proses pendidikannya mereka harus membayar sendiri tanpa ada bantuan dari pemerintah,” ucap Djoko di Graha Sriwijaya Unsri belum lama ini. (febria astuti/sindo) (rfa) (rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Jokowi Diganggu 'Penunggu' Istana