BANYUMAS- Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah sejak Selasa 25 Januari sore mengakibatkan sebuah jembatan penghubung dua kabupaten ambrol.
Jembatan yang berada di Desa Karang Sari, Kecamatan Kembaran, Banyumas itu ambrol karena tak kuat menahan derasnya luapan Sungai Juwana.
Sisi pembatas jembatan bagian selatan juga terhanyut ke dalam sungai. Besi dan beton penyangga jembatan ini tergerus aliran sungai dan masuk ke jurang sedalam 15 meter.
Jembatan dengan panjang 10 meter itu ambrol hingga separuh badan jalan. Alhasil jalan terputus bagi akses kendaraan roda empat. Sebelumnya, kendaraan roda empat diperbolehkan melewati jalan ini. Namun karena tebing jembatan terus tergerus, arus lalu lintas pun dialihkan.
Sedangkan kendaraan roda dua dapat melintas dengan sistim buka tutup yang diberlakukan warga sekitar. Warga menduga, jembatan ambrol karena tidak kuat menahan derasnya aliran air akibat hujan deras.
Tak hanya itu, jembatan ini juga sudah mulai rapuh karena dibangun sejak 1920 dan belum pernah direnovasi.
“Jembatan ini sendiri sudah puluhan tahun tidak pernah mengalami perbaikan. Sebelumnya kondisi sudah retak dan kami selaku warga sudah melapor. Namun tidak ada tindakan hingga jembatan ini ambrol,” ujar Dasiwan, warga Kembaran.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Banyumas segera memperbaiki jembatan ini. Warga khawatir, jika tidak segera diperbaiki akses jalan bisa terputus total.
Jembatan ini merupakan jalan padat penghubung Kabupaten Banyumas menuju Kabupaten Purbalingga atau sebaliknya melalui jalan tembus.
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.