JAKARTA - Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar menyempatkan diri mengunjungi sejumlah politisi yang ditahan di Rutan Salemba, Sabtu (29/1/2011). Patrialis mengatakan, Rutan salemba cukup memprihatinkan.
Menkum HAM menyayangkan overload-nya ruangan di rutan tersebut. "Kondisinya agak memprihatinkan. Kapasitas (rutan) hanya sekira 900 orang tapi sekarang isinya 2.800 orang. Ini kondisi yang tidak kita inginkan tapi apa boleh buat, makin hari makin banyak yang masuk," ujarnya di Rutan Salemba, Jakarta, Sabtu (29/1/2011).
Untuk para tahanan titipan KPK, termasuk 19 tersangka dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Miran S Goeltom, kata dia, ditempatkan di tahanan Tipikor lantai 2 dengan ukuran 1,5 x 2,5 meter.
"Khusus tahanan Tipikor di lantai 2 kamarnya agak jauh lebih kecil ketimbang di Cipinang. Satu orang cukup satu kasur. Ada kamar yang ada toiletnya, ada yang tidak," jelasnya.
Sebelumnya mantan anggota DPR itu juga datang ke Lapas Cipinang menjenguk beberapa mantan anggota DPR Komisi Keuangan periode 2004-2009 yang terjerat kasus dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur Senior BI.
"Saya biasa keliling. Saya harus melihat dengan Pak Kakanwil. Semua tahanan Tipikor ditempatkan satu tempat. Kecuali ada permintaan kusus dari KPK. Kalau sudah tidak ada lagi kepentingn untuk penyelidikan dibawa ke sana," katanya.
(Dede Suryana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.