Pasang Saringan, Air pun Siap Minum

Image: corbis.com

Pasang Saringan, Air pun Siap Minum
JAKARTA- Dengan memasang saringan air ini, air yang mengalir dari kran air pun siap minum. Efisiensi pemisahan kekeruhan dan bakteri golongan Coli oleh saringan itu bahkan mampu mencapai 96 persen.

Inovasi tersebut adalah buah karya guru besar dalam bidang Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Wahyono Hadi. Saringan air karyanya merupakan salah satu solusi dalam penyediaan air siap minum. Dia mengklaim, saringan tersebut juga mampu memisahkan warna dan kadar garam hingga 45 persen dan 60 persen.

“Saringan ini bisa digunakan untuk air jenis apapun,” ujar Wahyono seperti dikutip dari situs ITS, Senin (31/1/2011).

Untuk sementara, penggunaan saringan ini sebatas untuk air sumur atau yang disuplai oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Uji coba awal dilakukan di jurusan Teknik Lingkungan ITS. Penyaringan air sungai bisa dilakukan, namun membutuhkan penyaringan bertingkat karena polutan dalam air sungai cukup tinggi.

Nantinya, Wahyono berencana memproduksi saringan airnya yang telah mendapatkan paten itu secara massal agar masyarakat bisa menikmati air siap minum dengan harga terjangkau.

Spesialis dalam sanitary engineering ini menjelaskan, saat ini, banyak produk saringan membran beredar di pasaran, baik jenis polimer maupun keramik. Tiap produk tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan. Wahyono melihat, masyarakat membutuhkan saringan air yang dapat digunakan tanpa interupsi. Hal itulah yang menjadi kelebihan saringan air kreasinya. Alasannya, pencucian balik saringan buatannya dilakukan secara otomatis.

"Jika kotoran sudah mengumpul, maka saringan akan mencuci dengan sendirinya. Sistem pencucian ini memang dirancang khusus menggunakan perpaduan alat pembersih dan spons yang melekat pada lubang. Alat ini bergerak dengan tekanan hidrolis yang masuk ke saringan," ujarnya.

Pencucian balik memang hal yang mutlak dilakukan dalam penggunaan saringan air. Sebab, semakin lama proses penggunaan saringan, maka kapasitas penyaringannya semakin berkurang. Kotoran berupa bahan pencemar seperti bahan organik, kekeruhan, dan warna pada saringan air biasanya terakumulasi pada permukaan paling luar dari keramik.

Alumnus Catholic University of Leuven, Belgium, itu memaparkan, penyaringan air dengan teknologi saringan air buatannya dilakukan dengan tekanan kerja minimum tujuh meter kolom air. Saringan ini dicetak dengan sistem cetakan basah dan kering dengan komposisi bahan baku keramik, pasir, dan bahan organik serta air. Singkatnya, cetakan ini dikeringkan hanya dengan diangin-anginkan tanpa sinar matahari sebelum dibakar di atas tungku bersuhu seribu derajat celcius. (rfa) (rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Tantangan Kendalikan Balon dari STT Nurul Fikri