JAKARTA - Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin tidak mau menanggapi munculnya Gerakan Anti Din Syamsuddin (Gadis) yang dilakukan pihak yang tidak jelas sejak tokoh-tokoh agama menyebut pemerintah berbohong pada awal Januari lalu.
Din merupakan salah satu tokoh sentral yang terlibat dan menggagas pertemuan yang akhirnya menyebut pemerintah berbohong tersebut.
"Gadis saya nggak ada masalah apalagi terakhir ini saya mencari gadis saya terus terang nggak terganggu," jawabnya dengan enteng kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (1/2/2011).
Bagi Din, semakin banyak yang menghina dan menghujat dirinya lewat spanduk seperti yang dilakukan Gadis maka semakin luas pula ladang untuk memanen pahala.
Namun, dia mengingatkan hendaknya pemerintah dan terutama menteri sebagai pembantu presiden tidak reaktif menanggapi kritik tokoh agama. Apalagi, jika motif menteri yang bersangkutan hanya cari muka agar tidak direshuffle presiden.
"Janganlah ada reaksi negatif pemerintah terhadap gerakan moral. Saya dengar ada menteri tertentu begini itu mengalihkan perhatian dari substansi kepada nonsubstansi. Itu kekerdilan, itu kenaifan politik, maka saya tak mau menanggapi karena saya tak mau menjadi kerdil," katanya.
"Kita tetap gerakan moral, apakah substansinya didukung rakyat? Alhamdulilah didukung rakyat, ini jangan diabaikan oleh pemerintah oleh siapapun termasuk oleh para menteri yang ingin mengambil hati bosnya biar jangan direshuffle," pungkasnya.
(TB Ardi Januar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.