Siswi SMKN 1 Pasuruan Kesurupan Massal

Suasana di lokasi kejadian (Foto: Arie/Koran SI)

Siswi SMKN 1 Pasuruan Kesurupan Massal
PASURUAN - Sebanyak 15 siswi SMKN 1 Kota Pasuruan kesurupan massal, saat mengikuti pelajaran di Laboratorium Bisnis Manajemen, tadi siang. Akibat kesurupan tersebut suasana sekolah menjadi gempar. Karena para siswi tersebut berteriak histeris bersaut-sautan.

Keterangan yang dihimpun menyebutkan, kejadian itu berawal ketika siswi kelas II jurusan Pemasaran tengah mengikuti kegiatan belajar di laboratorium. Tanpa diketahui penyebabnya, seorang orang siswi, Widya berteriak histeris. Beberapa saat berselang, dua rekannya Farah dan Fitri ikut berteriak juga.

Teriakan histeris tersebut menjadikan suasana kelas laboratorium gaduh. Tanpa sadar sejumlah siswi lainnya turut berteriak mengikuti tiga rekannya yang kesurupan terlebih dahulu.

"Teman-teman berlarian mendengar suara teriakan. Sebagian lainnya ikut kesurupan, setelah melihat teman-teman yang berteriak. Kesurupan itu seperti virus yang menular dengan cepat," ujar Dian seorang siswi kepada wartawan.

Untuk menenangkan siswi yang kesurupan, sejumlah guru mendatangi laboratorium Bisnis Manajemen. Satu per satu siswa dibawa ke ruangan yang lebih tenang. Hal ini dimaksudkan agar korban bisa menenangkan dirinya tanpa mengganggu rekan yang lain. Upaya ini cukup membuahkan hasil. Meski masih terlihat syok, namun korban kesurupan ini terlihat sudah bisa mengendalikan dirinya.

Peristiwa kesurupan massal ini, membuat pihak sekolah berusaha menutup diri dari kehadiran pihak luar. Sejumlah wartawan dibuat kecewa karena tidak berhasil mengambil gambar siswi yang kesurupan. Karena tak ingin kepergok wartawan, para guru membawa siswi masuk ke ruang kantin sekolah. Karena terus dikejar, petugas akhirnya menutup pintu kantin. Beberapa saat kemudian, korban kesurupan dipulangkan dengan menggunakan mobil.

Wakil Kepala SMKN 1 Pasuruan, Abdul Chalim Makruf menyatakan, kesurupan para siswa itu sudah berhasil diatasi tanpa mendatangkan orang pintar. Pemulihan siswa itu dilakukan hanya dengan mengajak korban berfikir dan kondisi tenang.

"Saat kejadian, kami segera mengumumkan melalui pengeras suara agar siswa yang lain tenang, tidak menimbulkan suara gaduh. Para siswa yang didampingi guru diajak untuk menenangkan diri dan berfikir logis," ujar Abdul Chalim.

Menurutnya, kejadian itu diduga berawal dari kondisi kejiwaan siswa yang labil. Kondisi ini diperkuat dengan kondisi fisik yang kelelahan setelah mengikuti kegiatan olahraga di sekolah. "Dalam kondisi fisik yang kelelahan ditambah beban pshykologis menjadi awal terjadinya kesurupan. Karena itu, kami meminta agar para orangtua turut serta memperhatikan faktor kejiwaan putra-putrinya," kata Abdul Chalim. (ful)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Lebih Dekat dengan Hatchback Murah Datsun