Cagar Alam Pangandaran Jadi Pelabuhan

|

Ilustrasi (Foto: Koran SI)

Cagar Alam Pangandaran Jadi Pelabuhan

CIAMIS - Komunitas Masyarakat Peduli Pangandaran (KMPP) perihatin melihat kawasan Cagar Alam Pananjung, Pangandaran, Jawa Barat, karena sudah beralih fungsi menjadi pelabuhan.

Ketua KMPP Agus Suharto menyebutkan, kawasan Cagar Alam Pananjung seluas 37,7 hektare yang terletak di semenanjung Pangandaran itu merupakan kawasan konservasi yang haru dijaga kelestarianya.

“Namun sejak bencana tsunami 2006 lalu, sebagian kawasan tersebut yang menghadap ke laut lepas di pantai timur berubah tak ayalnya sebuah pelabuhan,” kata Agus.

Agus membeberkan, banyak perahu-perahu nelayan yang menambatkan atau memarkir perahu mereka di kawasan Cagar Alam Pananjung di sebelah Pantai Timur. Hal itu terjadi menyusul, sempat terjadi overload-nya bantuan perahu yang datang ke Pangandaran, sementara kawasan pantai timur yang sebelumnya digunakan untuk menambatkan perahu telah dibangun break water.

“Jika kondisi ini terus dibiarkan dalam waktu yang sangat lama, maka keberadaan alam konservasi Cagar Alam Pananjung bisa terganggu. Kami berharap, pembangunan PPI Cikidang yang berada di Pantai Timur Pangandaran segera dirampungkan, agar tidak ada lagi nelayan yang menyimpan perahu di kawasan Cagar Alam,” tandas Agus.

Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Ciamis Muhamad Yusuf mengatakan, sebetulnya nelayan tidak ada yang mau menambatkan perahu di kawasan Cagar Alam. “Namun, hal itu dilakukan karena nelayan terpaksa tidak ada lagi tempat untuk menambatkan perahu di kawasan Pantai Timur,” ucap Yusuf.

Yusuf menambahkan, dan saat ini sebetulnya nelayan sudah siap memindahkan perahunya dari Cagar Alam, jika sudah ada tempat lain yang disediakan. Salah satu tempat yang tepat untuk menambatkan perahu yakni di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Cikidang. “Tapi, hingga saat ini keberadaan pelabuhan itu tidak kunjung selesai,” ucap Yusuf.

Yusuf mengakui, pihaknya sangat merasakan kebingungan yang dialami oleh nelayan. Menurutnya, semua nelayan juga tahu kalau di Cagar Alam bukan tempat yang baik untuk menambatkan perahu. “Tapi, karena di pantai timur sudah tidak boleh, juga di pantai barat bersingungan dengan wisatawan yang hendak berenang maka di sana (Cagar Alam) menjadi tempat alternatif, hingga PPI Cikidang selesai dibangun,” tandas Yusuf.

Enang (46), salah seorang nelayan Pangandaran mengaku, terpaksa menambatkan perahunya di kawasan Cagar Alam karena tidak ada pilihan tempat lain untuk menyimpan perahu sebagia mata pencaharianya.

“Dulu, sebelum ditempatkan di Cagar Alam, kami menyimpan perahu di Pantai Timur. Tapi sekarang, sepanjang pantai sudah dibangun tangul pemecah ombak untuk mengurangi abrasi. Kami tidak boleh lagi menyimpan perahu disana,” kata Enang.

(ful)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Tingkatkan Mutu Pendidikan lewat Guru