Pemkab Sidoarjo Gelar 41 Pilkades

|

Ilustrasi: Persiapan Pemilukada di Semarang (Foto: Koran SI)

Pemkab Sidoarjo Gelar 41 Pilkades

SIDOARJO - Sebanyak 41 desa di Kabupaten Sidoarjo akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) sepanjang tahun 2011 ini. Untuk pelaksanaan Pilkades semua biaya bakal ditanggung oleh Pemkab Sidoarjo, sehingga pihak desa dilarang meminta biaya kepada calon kades.

 

Kepala Bagian Pemerintahan Desa, Mulyadi mengatakan bantuan dari Pemkab untuk biaya Pilkades dimasing-masing desa sudah cukup. Sehingga, pihaknya menghimbau agar panitia Pilkades tidak memintai biaya lagi ke calon kades.

 

“Asalkan Pilkades digelar sederhana, tidak terlalu glamor, dana yang disediakan pemkab sudah cukup,” ujarnya, Minggu (13/2/2011).

 

Jika ada calon kades mengaku mengeluarkan biaya banyak, itu terjadi di luar teknis Pilkades, misalnya membiayai tim sukses, menjamu tamu-tamunya termasuk untuk kampanye serta gambar-gambar dan lainnya. Karena, seluruh biaya untuk Pilkades sudah ditanggung oleh Pemkab Sidoarjo.

 

Oleh karena itu, Mulyadi berharap dalam Pilkades jangan dilihat dari megahnya tempat pemilihan atau glamour. Walaupun sederhana yang lebih penting pelaksanaannya dilakukan secara terbuka, adil dan jujur. Sehingga, biaya yang dikeluarkan tidak seberapa besar dan lebih bermanfaat bagi kepentingan selanjutnya.

 

Di Kabupaten Sidoarjo terdapat sebanyak 353 desa dan kelurahan. Sesuai data masa akhir jabatan Kades yang berakhir mulai Januari sampai Desember 2011, sebanyak 41 Kades. Biaya Pilkades diambil dari APBD. Baik itu untuk pelaksanaan pendaftaran para calon, kegiatan pemilihan serta prosesi pelantikannya. Kepala desa yang masa jabatannya habis hingga bulan Maret sebanyak 14 orang, dan yang habis masa jabatannya hingga Desember sebanyak 27 orang.

 

Meski biaya Pilkades didanai pemerintah, namun besaran biaya antara satu desa dengan lainnya tidak sama. Besarnya biaya didasarkan pada banyaknya jumlah pemilih.

 

“Kalau jumlah pemilihnya sedikit ya dapat sedikit, kalau jumlah pemilihnya banyak ya bisa dapat banyak,” imbuh Mulyadi.

 

Besarnya biaya yang diberikan untuk Pilkades berkisar antara Rp 7,5 juta hingga Rp 35 juta. Biaya itu termasuk sampai pelantikan kades terpilih. Biaya Pilkades itu merupakan dana bantuan dari pemerintah di luar anggaran desa yang setiap tahun diterima oleh pemerintahan desa.

 

Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo Mundzir Dwi Ilmiawan mengatakan, sudah sepatutnya biaya Pilkades ditanggung pemerintah mulai dari pendataan sampai pelantikan. Sebab, kades merupakan kepala pemerintahan terendah di tingkat desa, sehingga harus diperlakukan sebaik mungkin.

 

“Jadi bukan hanya pemilihan Bupati, Gubernur atau Presiden yang dibiayai oleh pemerintah. Pemilihan Kades juga harus dibiayai oleh pemerintah,” ujar politisi asal PDIP tersebut.

 

Mundzir menambahkan, selain biaya Pilkades yang ditanggung pemerintah, kesejahteraan Kades dan perangkatnya juga harus diperhatikan.(abe)

 

(hri)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Tiga Mobil Kecelakaan di Tol Karang Tengah