Diperkosa Majikan, TKI Lahirkan Anak Kembar

Selasa, 15 Februari 2011 17:32 wib | Iman Rosidi - Trijaya

JAKARTA - Nia Kurnia (31), tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Desa Rancamaja, Cililin, Kabupaten Bandung Barat, menjadi korban perkosaan oleh anak majikannya di Arab Saudi. Nia pun mengandung dan melahirkan anak kembar.

"Kakak saya diperkosa sekira Mei 2010 oleh anak majikannya dan telah melahirkan di Indonesia pada Februari ini," kata Tati, adik Nia Kurnia di kantor YLBHI Jakarta, Selasa (15/2/2011).

Menurut Tati, kakaknya itu dipulangkan oleh majikannya pada Juli 2010. "Setelah sampai di Indonesia, suami Nia langsung menceraikan setelah tahu kakak saya mengandung," ujarnya lirih.

Nia berangkat ke Arab Saudi melalui Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) PT Rahmat Jasa Safira yang beralamat di Jalan Batu Ampar 1 Nomor 45C Jakarta Timur.

"Sejak bekerja di Arab Saudi, kakak saya tidak pernah berkomunikasi dengan keluarga di Indonesia. Bahkan selama bekerja di Riyadh, gaji Nia sama sekali tidak dibayar oleh majikannya," tambahnya.

Selain Nia, kisah pilu TKI juga dialami Mariam (43 tahun) TKI yang bekerja di Riyadh Arab Saudi. Mariam yang berangkat bekerja sejak Agustus 2006 melalui PT Bidar Timur yang beralamat di Jalan Budi No 20 Dewi Sartika Jakarta Timur, hanya menerima hak upah selama 11 bulan bekerja.

"Setelah 11 bulan Mariam tidak pernah menerima upah dan Mariam belum pernah kembali ke Indonesia," kata Kepala Litbang LBH Jakarta Restaria Hutabarat.

Atas kejadian ini, pihak LBH Jakarta menilai negara lalai dalam perlindungan dengan melakukan penelantaran dan membiarkan kejahatan terhadap TKI di luar negeri.

"Perwakilan Indonesia harus menuntut pelaku penganiayaan terhadap TKI yang dianiaya dan diperkosa oleh majikan atau keluarga majikannya," tegas Resta.

Pemerintah juga harus mencabut ijin PJTKI yang telah melakukan pembiaran dan pelanggaran terhadap TKI. Selain itu, menurut Resta pemeritah juga perlu merevisi UU Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI.

"Ini untuk lebih mengakomodir kepentingan perlindungan dan memperkuat pengawasan dan pejantuhan sanksi terhadap PJTKI," terangnya.  
(Iman Rosidi/Trijaya/ded)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »