"SBY Tak Perlu Urus FPI, Tapi Urus Perut Rakyat"

|

DEPOK – Hingga kini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) belum terpancing untuk menanggapi secara langsung ancaman Front Pembela Islam (FPI) untuk menggulingkan dirinya. Ancaman tersebut keluar setelah SBY bertekad akan membubarkan ormas yang kerap kali bertindak anarkis.

 

Peneliti Kajian Budaya Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati mengatakan, SBY tak perlu takut dan khawatir terhadap ancaman makar yang dilakukan oleh FPI.

 

Sebab, kata Devie, jika itu benar terjadi, FPI hanya akan mewakili ego kelompoknya sendiri, bukan atas nama 240 juta rakyat Indonesia.

 

“Siapa saja boleh berbicara, ancaman tak perlu ditanggapi serius, kecuali hal itu sudah menyerang secara fisik, masyarakat cukup dewasa, FPI akan berhadapan dengan 240 juta rakyat,” katanya kepada okezone, Rabu (16/02/11).

 

Devie juga mendesak pemerintah untuk segera membubarkan ormas anarkis. Yang perlu ditakutkan SBY, kata Devie, bukanlah ancaman makar FPI, tetapi justru ancaman perut masyarakat Indonesia atas kasus korupsi, pengangguran, dan kemiskinan yang semakin meluas.

 

“Justru ancaman makar rakyat Indonesia yang harus ditakuti SBY, jika masyarakat sudah marah karena miskin dan lapar, itu lebih mewakil 240 juta penduduk Indonesia, tak perlu takut dengan FPI, kalau FPI dibubarkan dan mereka membentuk kelompok lain dengan nama lain, bubarkan lagi, tak usah repot,” tegasnya.

(teb)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Remaja Cewek Lebih Jago Buat Game