Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement
Wayang Peninggalan Raja Raib

Tim Kesulitan Selidiki Tahun Pembuatan Wayang

Septyantoro Aji Nugroho , Jurnalis-Kamis, 17 Februari 2011 |12:59 WIB
Tim Kesulitan Selidiki Tahun Pembuatan Wayang
Tim Kemebudpar menginventarisasi wayang di Museum Radya Pustaka Solo. (Dok: Sun TV)
A
A
A

SOLO - Hasil investigasi tim dari Direktorat Museum Kemeterian Kebudayaan dan Pariwisata di Museum Radya Pustaka, Solo, terkait dugaan hilangnya koleksi wayang, belum dapat diumumkan hari ini.

Sebelumnya, dinyatakan tim membutuhkan waktu 4 hari untuk menginventarisasi dan menyelidiki koleksi wayang yang tersimpan di salah satu musem tertua di Indonesia itu. Penyelidikan dimulai sejak Jumat, 11 Februari lalu.

Tim mengaku menemukan kendala dalam menginventarisasi wayang yang diduga palsu. Kendala tersebut terkait ilmu dan informasi mengenai sejarah pembuatan wayang peninggalan Raja Pakubuwono X itu.

Kepala Dinas Pariwisata Solo Purnomo Subagyo mengatakan tim yang terdiri dari empat orang tersebut tidak memiliki ilmu khusus tentang sejarah wayang-wayang yang mengisi koleksi museum.

“Nantinya (penyelidikan) diharapkan akan mengungkap tahun berapa pembuatan wayang yang ada di Museum Radya Pustaka,” jelas Purnomo, Kamis (17/2/2011).

Menurut Purnomo, pihaknya masih membutuhkan waktu lagi untuk mempelajari koleksi wayang. Untuk itu, pihaknya sudah memberitahukan hal ini kepada wali kota. “Nanti juga akan melibatkan para ahli sehingga bisa diketahui pembuatan tahun berapa. Itu (tahun pembuatan) yang belum bisa diketahui,” jelas Purnomo.

Investigasi ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat dan para dalang kenamaan, salah satunya Ki Manteb Soedharsono, terkait hilangnya sebagian wayang purwo dan wayang gedhog.

Koleksi Wayang periode panji itu sudah tidak lengkap yang seharusnya berjumlah 14.

Ki Manteb menyatakan ada sembilan dari sepuluh wayang tokoh Putri Purwo Mahabarata, yang bukan asli. Hanya satu yang kemungkinan asli, yaitu tokoh Kunthi. Namun itu pun belum sepenuhnya diyakini.

Selain sembilan wayang kulit tersebut, Ki Manteb juga menyatakan bahwa wayang Arjuna, Anoman, Werkudara, dan Gunawan Sudarsono, bukan berasal dari karaton alias palsu.

Hingga siang ini, sejumlah tim masih menginventarisasi koleksi wayang.

(Dian AF)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement