tragedi sukhoi

Ancaman FPI Gulingkan Pemerintah Belum Disebut Makar

Tri Kurniawan - Okezone
Sabtu, 19 Februari 2011 19:05 wib
Ilustrasi (Foto:okz)
Ilustrasi (Foto:okz)

JAKARTA- Pakar Hukum Tata Negara, Jimly Asshiddiqie menganggap ancaman Front Pembela Islam (FPI) akan menggulingkan Pemerintah masih wajar dan tidak bisa disebut makar.

"Yah enggak (makar) cuma ngomong kan anda juga bisa bilang sialan, ini kan gak bisa langsung dibilang makar, berbicara mengekspresikan pandangan gak masalah," kata Jimly di kantor LIPI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (19/2/2011).

Dia menilai ancaman FPI masih dalam batas menyampaikan pendapat. "Kita jangan terlalu mudah menganggap statment orang yang tidak kita suka langsung dianggap makar, itu mengulangi kesalahan orde baru," tegasnya.

Seperti diketahui, Usai dua bentrokan massa di Cikeusik dan Temanggung, Presiden SBY mengancam akan membubarkan organisasi masa yang bertindak anarkis.

Ancaman tersebut langsung mendapat tanggapan FPI, Koordinator Bidang Hukum FPI Munarman, mengancam akan menggulingkan Pemerintah SBY jika berani membubarkan ormas.

(crl)

  • Raymond Arthur » 0 Tanggapan
    TEMBAK MATI MUNARMAN!!!!! BIAR AMAN NEGERI INI
    Beri Tanggapan Laporkan
  • kabulanto » 0 Tanggapan
    Menggulingkan pemerintah itu ya makar....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Ronald Gampu » 0 Tanggapan
    Saya dukung Pak SBY,, semua Ormas yang bertindak anarkis dibubarkan saja.Sebab negara kita adalah negara Hukum bukan Perusahaan pribadi. Pak SBY Sikat saja yg anarkis
    Beri Tanggapan Laporkan
  • S A sidik » 0 Tanggapan
    masih ada diantara kita beberapa golongan yang menegakkan ma'ruf mencegah kemungkaran walaupun dihujat oleh sebagian manusia, kalau sudah tidak ada qiyamatlah dunia ini.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • cute » 0 Tanggapan
    Namanya juga front perusuh indonesia ( makan aja mesti rusuh dulu malakin org atas nama agama) mau menggulingkan indonesia, elo pikir rakyat sama begonya apa ama elo fpi, mau di pimpin ma perusuh preman gak jelas.berani koar koar doang ngebacot...debat secara intelek dong.baru gw salut
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.