Bunga BPD Lebih Mahal untuk Sektor Peternakan

Minggu, 20 Februari 2011 16:23 wib | Muslikah - Koran SI

Bunga BPD Lebih Mahal untuk Sektor Peternakan Ilustrasi KEDIRI - Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KPPE)lebih murah dibanding Kredit Usaha Mikro, Kecil Menengah(UMKM). KKPE yang notabene di kelola oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dan Bank Jatim memberikan bunga yang jauh lebih murah yaitu lima persen per tahun.

Sementara kredit UMKM yang merupakan uang dari APBD yang dikelolakan Bank Pemerintah Daerah (BPD), malah memiliki bunga lebih tinggi satu persen, yakni enam persen per tahun.

KKPE dan UMKM adalah jalur kredit kepemilikan ternak. Kredit ini bisa digunakan oleh masyarakat yang ingin membeli sapi, kambing, unggas, ayam dan ikan. Kredit bisa mencapai Rp20 juta per orang, sementara untuk kelompok yang berjumlah 10-20 orang maksimal bisa mencapai Rp200 juta. Sayangnya, pemberian kredit yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah malah memberikan suku bunga yang lebih tinggi dibandingkan bank swasta.

“Sebenarnya tahun sebelumnya, bunga kita sama yaitu enam persen, namun tahun ini para bank swasta sudah turun bunga, namun kalau kita pemerintahan kan tidak bisa langsung menurunkan, kita harus mengajukan ke dewan dahulu dan sebagainya, akhirnya tahun ini terpaksa, bunga kami lebih tinggi,” jelas Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kediri Sri Suparmi, Minggu (20/2/2011).

Padahal sebelum suku bunga ini turun, dana kredit yang terserap tahun 2010 jauh lebih tinggi bank swasta. Jika Bank Pemerintah Daerah hanya mampu menyerapkan Rp8 Miliar, maka Bank Jatim jauh lebih tinggi dengan Rp15 Miliar dan Bank BRI dengan Rp24 Miliar. Sri menjelaskan, anggaran yang terbatas membuat masyarakat terpaksa tidak bisa menggunakan dana APBD.

“Modal kita memang terbatas, tahun 2007 hanya Rp1 miliar, tahun 2008 bertambah Rp3 miliar, tahun 2009 di anggarkan Rp1 miliar dan sampai sekarang tidak ada penambahan modal,” ungkapnya.

Menurut Sri, dengan adanya perbedaan harga dirinya tidak khawatir bahwa bank pemerintahan akan semakin tidak digemari. “Masing-masing bank kan sudah ada prosedurnya, dan itu sama, kami harus memastikan bahwa uang ini benar-benar digunakan untuk modal ternak, jadi dengan perbedaan bunga yang ada, kemungkinan tidak akan banyak berpengaruh,” jelasnya.

Menggunakan bank manapun, menurut Sri tidak ada masalah bagi pemerintah, karena tujuan kahir pemberian kredit ini adalah kesejahteraan peternak. “Kalau KPPE itu memang subsidi bunga dari pemerintah pusat, walaupun peternak tidak mau menggunakan dana UMKM tapi capaian akhirnya kita juga yang menikmati, jika seluruh peternak bisa sejahtera,” jelasnya.

Sementara itu Sri mengungkapkan bahwa untuk mengatasi kredit macet, pihak bank dan pemerintah selalu berkoordinasi. “Kalau ada kredit macet selama tiga bulan, mereka biasanya menghubungi kami untuk melakukan analisa, sepertinya selama tahun 2010 kemarin saya tidak dihubungi, berarti tidak ada masalah,” jelasnya.

Sebagian besar warga kabupaten kediri mengajukan pinjaman dengan alasan ingin beternak sapi potong. (Muslikah/Koran SI/wdi)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »