Dicekoki Miras, Siswi SMA Digilir Teman Sekelas

|

Ilustrasi (Foto:Straits Times)

Dicekoki Miras, Siswi SMA Digilir Teman Sekelas

TRENGGALEK - Terinspirasi tontonan film porno, tiga orang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek memperkosa teman sekelasnya.

Akibat perbuatannya, Anak Baru Gede (ABG) berinisial DA, warga Desa Munjungan, SB warga Desa Bendoroto, Kecamatan Munjungan dan SR, 17 warga Desa Masaran, Kecamatan Munjungan harus berurusan dengan pihak yang berwajib.

Ketiga pelajar kelas XI itu kini harus mendekam dalam jeruji besi kepolisian. "Saat ini ketiganya masih dalam pemeriksaan penyidik, "ujar Kasubag Humas Polres Trenggalek Ajun Komisaris Polisi Siti Munawaroh kepada wartawan Minggu (20/2/2011).

Perbuatan tidak senonoh tersebut berlangsung siang hari  di rumah Supiyah (47) bibi pelaku DA di Desa Tawing, Kecamatan Munjungan.

Mengetahui tempat tinggal bibinya dalam keadaan kosong, DA berinisiatif menggunakanya untuk pesta minuman keras (miras). Bersama pelaku SB dan SR, ketiganya patungan membeli minuman arak jowo (arjo) 1,5 liter dengan harga Rp 17.000.

Sebelum pesta digelar, mereka berpikir mengajak korban sebut saja bernama Melati, teman sekelasnya. Sosok Melati yang bongsor, ditambah tubuh yang padat,  membuat ketiga pelaku mengaku kerap  terangsang setiap kali berinteraksi di dalam kelas. Apalagi ketiga ABG ini telah mengakrabi tontonan film panas. Mereka membayangkan pesta akan semakin meriah ketika Melati ikut di dalamnya.

"Pengakuan itu disampaikan para pelaku dalam pemeriksaan," terang Siti Munawaroh.

Ajakan hura-hura tersebut sempat tak digubris Melati, dengan alasan korban hendak main ke rumah Dian, 17 tetangganya, warga Desa Munjungan. Pelaku DA tidak putus asa. Dengan mengendarai sepeda motor dia menjemput Melati di rumah Dian.

Setelah melalui perjuangan bujuk dan rayu, DA berhasil membonceng Melati untuk menuju rumah bibinya. "Saat itu di dalam rumah sudah menunggu kedua pelaku yang lain dengan mirasnya," papar Siti.

Korban yang awalnya menolak akhirnya ikut minum. Tegukan tiga gelas membuat korban teler berat, mendekati kehilangan kesadaran.

Melihat korban yang terbaring tidak berdaya, DA mengajak masuk ke dalam kamar. Aksi perkosaanpun terjadi. Karena takut apa yang dilakukannya berbuah kehamilan, DA lebih dulu menggunakan pengamanan (kondom) yang sepertinya sudah disiapkan.

Usai menyalurkan hasratnya, giliran SB yang menggagahi korban. Seperti halnya DA, pelaku SB dan SR juga menggunakan kondom. Mereka merenggut kehormatan Melati secara bergantian.

"Usai memperkosa, oleh pelaku,  korban diantarkan pulang ke rumahnya," kata Siti.

Orang tua korban yang melihat anaknya berjalan sempoyongan serta berbau alkohol langsung curiga. Saat ditanya, korban berterus terang telah diperkosa oleh temannya.

Merasa harga dirinya dikoyak-koyak, orang tua korban langsung melaporkan kejadian ini ke kepolisian. Para pelaku ditangkap di masing-masing rumahnya. Selain sebotol arak, polisi juga mengamankan sarung milik pelaku. Kemudian pakaian dan celana dalam korban serta kondom bekas untuk dijadikan barang bukti.

"Dalam kasus ini ketiga pelaku dijerat dengan pasal 81 Ayat I UURI Tahun 2002 tentang perlindungan anak sub pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 14 tahun penjara," pungkas Siti.

Sementara kepada petugas pelaku mengatakan selain pengaruh alkohol, mereka memang kerap menyaksikan film porno yang diperoleh melalui ponsel. "Tapi saya sudah kapok melakukan ini semua," tutur DA menyesal sembari terus menundukkan kepala.

(ugo)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Demokrat: Kebijakan Jokowi Langgar Prinsip Good Governance