tragedi sukhoi

Protes Penjualan Benda Sejarah

Budayawan di Solo Ngobrol dengan Patung

Kamis, 24 Februari 2011 21:03 wib
Budayawan berunjuk rasa di Gedung Bondo Lumakso, Solo, Jateng. (Dok: Sun TV)
Budayawan berunjuk rasa di Gedung Bondo Lumakso, Solo, Jateng. (Dok: Sun TV)

SOLO- Sejumlah orang yang tergabung dalam Jaringan Cagar Budaya Surakarta (Jayabaya) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Bondo Lumakso, kawasan Baluwarti, Pasar Kliwon, Kamis (24/2/2011) siang.

Mereka memprotes rencana penjualan bekas gedung pegadaian karena dianggap melanggar Undang-Undang Cagar Budaya. Uniknya, para budayawan berdemonstrasi dengan berbicara kepada patung dan melakukan ritual doa.

Bicara kepada patung merupakan simbol tidak ada lagi pihak yang memedulikan benda dan bangunan bersejarah.

Unjuk rasa Jayabaya ini digelar menyusul penjualan sekira 85 persen benda cagar budaya di solo, salah satunya Gedung Bondo Loemakso dibangun pada 1917

Meski keberadaannya dilindungi undang-undang, namun bangunan tersebut sudah diambil alih oleh seorang pengusaha dari Yogyakarta. Belum jelas siapa yang telah menjual bangunan tersebut, namun langkah ini dianggap melanggar Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Karena itu, mereka meminta keberadaan bangunan tersebut dikembalikan kepada Pemerintah atau Negara untuk dikelola sebagaimana mestinya benda cagar budaya.

Gedung Bondo Loemakso sebelumnya merupakan bekas pegadaian milik Belanda. Gedung ini didirikan Belanda sebagai upaya mencegah maraknya praktik renternir oleh etnis Tionghoa saat itu.

Selain Gedung Bondo Loemakso, bangunan cagar budaya lain di Solo yang telah diambil alih pihak lain adalah Benteng Vastenburg dan bekas bangunan Rumah Sakit Kadipolo.

(Septyantoro Aji Nugroho/SUN TV/ton)

  • iso_ae » 0 Tanggapan
    wong gendeng...........
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ramlan » 0 Tanggapan
    kenapa gitu, mungkin mereka udah lelah ngadu sama orang hidup gak ada tanggapannya, makanya mereka kreatif, ngadunya sama patung kalii,,,ya,,om
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ramlan » 0 Tanggapan
    kenapa gitu, mungkin mereka udah lelah ngadu sama orang hidup gak ada tanggapannya, makanya mereka kreatif, ngadunya sama patung kalii,,,ya,,om
    Beri Tanggapan Laporkan
  • mus toboh » 0 Tanggapan
    sebagai manusia kita dikasih akal tuk berfikir,tapi saya tak habis fikir kok ada orang yg bicara dgn patung.udah tau patung diajak bicara ya gak nyambung lah.....kalo mau bicara ya dgn orang2 atau lembaga2 yg bekompeten di bidang itu.jangan rendahkan nilai manusia dong.............
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.