JAKARTA - Kabar Partai Gerindra mendapatkan jatah menteri sebagai kompensasi atas penolakan Hak Angket Pajak perlu dipertanyakan. Apalagi disebut-sebut Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto mengincar posisi Menteri Pertanian.
“Jabatan menteri terlalu rendah buat Prabowo. Enggak lah itu orang mengarang-ngarang, Kalau capres jadi menteri artinya dia merendahkan diri. Dikerdilkan itu istilah politiknya,” ujar pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Prof Ibramsjah kepada okezone di Jakarta, Jumat (25/2/2011).
Ibramsjah yakin keputusan Gerindra mendukung Demokrat murni karena tak mau lagi berada di bawah bayang-bayang PDIP dan Partai Golkar. “Gerindra ingin mandiri karena sudah punya capres,” urainya.
Kebijakan menolak Hak Angket Pajak, sambung dia, sengaja dipilih oleh Gerindra karena ingin persoalan penuntasan masalah pajak diserahkan ke aparat penegak hukum. Bukan karena pertimbangan ada deal dengan Partai Demokrat.
“Artinya Gerindra sudah tidak percaya dengan teman-teman di DPR bisa menyelesaikan masalah pajak. Singkat kata Gerindra tak mau terbawa skenario Golkar,” tegasnya.
Kendati demikian, Ibramsjah tidak memungkiri ada kemungkinan Prabowo menjajaki koalisi dengan Demokrat pada 2014 mendatang. “Jadi di 2014 nanti untuk sementara Prabowo jadi presiden, lalu setelahnya diserahkan ke tokoh muda Demokrat. Tapi itu baru rumor,” tandasnya.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.