Anggota Dewan Diduga Cabuli Gadis Belia

Selasa, 01 Maret 2011 23:03 wib | Subairi - Koran SI

Ilustrasi (Foto: Dok Okezone) Ilustrasi (Foto: Dok Okezone) SAMPANG - Ahmad Hozeh, anggota DPRD Kabupaten Sampang, Madura, ditahan oleh jajaran Polres setempat. Pria yang duduk sebagai anggota komisi C tersebut, ditahan karena diduga kuat melakukan upaya pencabulan terhadap gadis di bawah umur.

Korban pencabulan diketahui berinisial Mh (16), warga asal Desa Tanggumung, Kecamatan Kota. Dia dibawa oleh pelaku ke kosnya, yang terletak di Jalan Garuda, Kecamatan Kota, yang kemudian berujung pada aksi pencabulan, tepatnya pada Desember 2010 yang lalu.

Kepala Bagian Operasional Polres Sampang, Komisaris Polisi Danuri menyatakan, penahanan terhadap anggota dewan tersebut dilakukan setelah mendapat izin dari Menteri Dalam Negeri, melalui Gubernur Jawa Timur Soekarwo. “Selain dapat izin dari Mendagri, bukti yang kami peroleh cukup kuat kalau dia (anggota dewan) telah melakukan upaya pencabulan, sehingga kami tahan,” ujarnya.

Danuri menjelaskan, tersangka dijemput oleh petugas di rumahnya, Desa Batuporo Barat, Kecamatan Kedundung, Kabupaten Sampang, yang kemudian ditahan di sel Polres. Saat dijemput, tersangka dinilai sangat kooperatif, sehingga mempermudah proses penahanan.

Upaya penahanan tersebut, dilakukan dalam rangka mempermudah proses penyidikan dan sekaligus merupakan langkah antisipasi, agar tersangka tidak sampai melarikan diri. Danuri menegaskan, penahanan dilakukan setelah proses penyidikan dinilai sudah lengkap dan cukup bukti. “Kalau tidak cukup bukti, kami tidak berani untuk melakukan upaya penahanan. Nanti kalau sampai di pra peradilkan bagaimana, kan risiko besar bagi kami,” ungkap dia.

Dia menambahkan, upaya untuk menahan tersangka sempat tertunda beberapa bulan lamanya. Sebab, pihaknya yang sudah mengajukan izin penahanan terhadap Mendagri, masih belum mendapat jawaban yang pasti. Baru setelah jawaban surat turun dan Mendagri mengizinkan, maka anggota dewan tersebut langsung ditahan. “Saat ini kami masih akan mendalami kasus ini, sehingga nantinya akan bisa tuntas,” jelasnya.

Ditanya soal jeratan hukum yang akan diganjarkan pada anggota dewan tersebut. Danuri menyatakan, tersangka akan dikenakan pasal 82 UU Nomor 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Perempuan dan Anak. Adapun ancaman hukuman yang dikenakan, minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. “Semua barang bukti, termasuk pengakuan dari korban sudah kami siapkan. Tinggal melengkapi berkas perkaras saja,” ucapnya.

Tersangka pencabulan Ahmad Hozeh, merupakan anggota DPRD Kabupaten Sampang, yang berasal dari Partai Bintang Reformasi (PBR). Tersangka menjadi anggota legislatif yang berangkat dari daerah pemilihan dua, meliputi kecamatan Kedungdung, Tambelangan, Jrengik dan Sreseh.

Namun, dalam perjalanannya menjadi anggota dewan, dia tersandung masalah yakni dilaporkan melakukan pencabulan terhadap Mh (16), yang dilakukan di kos tersangka sendiri. Kejadian tersebut, menurut catatan dari kepolisian, terjadi pada tanggal 11 Desember 2010, sekira pukul 11.00 WIB.

Kejadian tersebut baru terkuak setelah korban didesak oleh keluarganya, ditanyakan tentang kejadian yang menimpanya. Baru setelah mendapat pengakuan secara utuh, pihak keluarga korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolsian.

Kasus tersebut, sempat mengambang hingga sekitar satu bulan lebih. Pihak kepolisian, meski sudah mengantongi bukti yang kuat, masih belum bisa melakukan upaya penahanan karena terbentur oleh Undang-Undang. Di mana, untuk menahan anggota dewan harus mendapat persetujuan dari Mendagri.

Akhir bulan Februari lalu, surat izin penahanan dari Mendagri, melalui Gubernur Jawa Timur turun. Tanpa menunggu lama, polisi langsung mengekskusi dan menahan Ahmad Hozeh, anggota dewan yang melakukan pencabulan tersebut.

Anggota DPRD Kabupaten Sampang, Sayuti, bersama dengan beberapa teman sejawatnya terlihat di kantor Polres setempat. Mereka datang dalam rangka mengunjungi rekannya, yang sekaligus memberikan semangat agar bisa menghadapi kasus hukum yang menimpanya. “Kami datang ke sini, hanya membesuk dan sekaligus memberikan dukungan. Bagaimanapun juga, dia adalah rekan seprofesi kami,” ucapnya.

Sekretaris DPW PBR Jawa Timur, Nizar Zahroh, menyatakan, sejauh ini masih belum mendapat laporan langsung dari DPC PBR Kabupaten Sampang, terkait kasus tersebut. Dia mengaku sempat mendengar adanya kasus tersebut, sebelum ditahan, di salah satu media massa.

Dia mengaku masih belum bisa mengambil langkah lebih lanjut, karena masih menunggu hasil laporan resmi dari DPC. Ditanya, apakah yang bersangkutan adalah kader PBR, dia menjawab kemungkinan besar memang benar. “Saya saja baru tahu dari Anda, jadi tidak bisa memberikan pernyataan secara mendetail. Tunggu saja kabar dari DPC, nanti akan kami sikapi lebih jauh,” ucap dia. (Subairi/Koran SI/ful)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

 
Berita
Terpopuler
Komentar Terbanyak
BACA JUGA »