TANGERANG- Rumah Sakit (RS) Global Medika Tangerang atau RS Awal Bross membenarkan telah melakukan kesalahan yang menyebabkan kerusakan jaringan pada jari kelingking kanan salah seorang pasiennya Maureen Angela (8 bulan).
"Kerusakan jaringan tersebut merupakan suatu hal yang sangat tidak kami harapkan terjadi. Akan tetapi, tindakan yang kami lakukan adalah demi menyelamatkan pasien," ujar PR Manager RS Awal Bross Dr Elisabet, kepada wartawan, Kamis (3/3/2011).
Sebelum memberikan cairan bicnat, Elisabet mengaku sudah meminta persetujuan dari keluarga pasien dan sudah disetujui. Pemberian cairan itu, menurutnya sangat diperlukan jika melihat kondisi pasien yang sudah gawat darurat.
"Pasien masuk IGD pada 16 November 2010. Saat itu kondisi pasien sudah tidak sadar, kejang, napas tersengal, denyut jantung sangat cepat, demam tinggi, kekurangan cairan (dehidrasi) berat, gangguan keseimbangan, dan elektrolit tubuh," terangnya.
Setelah diberikan cairan bicnat, Elisabet mengklaim, kondisi pasien berangsur membaik dan nyawanya dapat terselamatkan. Tangan pasien pun berangsur-angsur mulai bisa digerakkan. Saat itulah, Elisabet menduga cairan bicnat di tangan pasien merembes dan mengakibatkan kerusakan jaringan jari kelingking pasien.
"Dampak dari risiko yang dapat terjadi dalam suatu proses pengobatan dan perawatan pasien ini dapat saja terjadi pada siapa pun," tambahnya. Namun, keterangan pihak rumah sakit itu dibantah orangtua korban, Linda Kurniawati (33) dan Budhi Kantjana (39). Menurutnya, tidak ada kesepakatan mengenai pemberian cairan bicnat itu.
Pihak rumah sakit, saat itu hanya meminta izin untuk memasang oksigen dengan bantuan mesin dan dimasukkan ke ICU. "Pemberian cairan bicnat tidak ada persetujuan saya. Sepertinya cairan itu diberikan saat anak saya masih di UGD," sanggah Linda.
Bahkan, setelah mendapatkan cairan bicnat, Linda mengaku tangan Maureen justru mengalami luka bakar dan bengkak dan berwarna biru keungu-unguan, sehingga harus menjalani operasi plastik jaringan kulit mati. Namun, setelah dioperasi tangan Maureen justru semakin parah. Kulit di jari telunjuk Maureen ketarik ke atas dan dua jari tengahnya menjadi dempet. Sedang jari kelingkingnya putus dua ruas dan kulitnya ketarik hingga tulangnya mengangkat.
(Dadan Muhammad Ramdan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.