BLORA - Akibat pipa dicuri, puluhan ribu liter minyak mentah bercampur gas milik Pertamina Cepu, tumpah ke sungai dan mencemari sawah produksi.
Hingga Jumat (4/23/2011) pagi, petugas lapangan masih berusaha melokalisir tumpahan agar tidak menjalar ke permukiman warga. Area masih ditutup untuk umum sejak Kamis kemarin, mengingat sewaktu-waktu tumpahan minyak tersebut dapat terbakar.
Genangan minyak mentah bercampur gas mengalir ke semua titik aliran Sungai Sambong.
Tumpahan minyak mencemari sekira 20 hektare sawah produksi di Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora Jawa Tengah. Pipa tersebut dicuri dengan cara dipotong sepanjang 5 meter.
Kejadian ini baru diketahui kali pertama oleh petugas kontrol pada Kamis siang kemarin, saat hendak mengirim minyak dari Distrik Nglobo menuju Cepu. Setelah ditunggu 1 jam, ternyata petugas mendapati minyak menjalar ke area persawahan karena pipa telah menggantung.
Meski bisa terbakar, warga Sambong tetap nekat mengambil minyak mentah tersebut untuk memasak. Dalam setengah hari warga dapat mengambil sebanyak 6 jirigen besar yang tumpah di area persawahan.
Menyikapi hal ini, LSM pecinta lingkungan Blora mengecam Pertamina karena dinilai ceroboh dalam pengawasan. Ketut Prasetyo dari LSM Lingkungan Blora mengatakan, setiap tahun selalu ada kejadian menyangkut instalasi minyak dan warga sekitar menjadi korban dampak lingkungan.
Sementara itu petugas Pertamina di belum bisa memberikan keterangan terkait kejadian ini. Pertamina mengaku masih berkonsentrasi menghambat pencemaran agar tidak meluas dan terbakar seperti tahun lalu.
Mereka mengaku sudah berkoordinasi dengan Kepolisian setempat untuk menangkap pelaku pencurian pipa.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.