BLORA - Penjagaan ketat terus dilakukan di lokasi tumpahan minyak mentah bercampur gas akibat pencurian pipa milik Pertamina EP Cepu, Blora, Jawa Tengah.
Sempat terhembus kabar Kamis petang kemarin bahwa puluhan ribu liter minyak yang ikut terbawa arus sungai dan mencemari sawah warga itu akan dibakar. Warga kesal pasalnya minyak tersebut mencemari lahan persawahan.
Beredar isu tumpahan minyak akan dibakar seperti terjadi pada kasus yang sama di Desa Ledok tahun lalu. Karena itu, petugas gabungan bersenjata lengkap tampak berjaga-jaga di area selama 24 jam.
Puluhan petugas gabungan dari TNI dan Polri sejak tadi malam berpatroli di area tumpahan minyak.
Petugas, Jumat (4/3/2011) pagi, juga memeriksa pengguna jalan yang melewati area tumpahan mengingat jalur tersebut merupakan jalan utama lintas provinsi yang menghubungkan Jawa Tengah ke Jawa Timur melalui Cepu.
Selain petugas, di area juga disiapkan beberapa kendaraan pemadam kebakaran milik Pertamina EP Cepu beserta kru jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Kepala Dinas ESDM Blora, Adi Purwanto yang melakukan kunjungan di area yang tercemar mengatakan, tanggung jawab memang berada di Pertamina, namun dia meminta masyarakat harus ikut mengamankan aset negara ini mengingat dampaknya juga besar jika terjadi pencemaran.
Rencananya Sabtu besok, pipa yang hilang akan disambung agar bisa segera digunakan lagi. Pihak Pertamina juga akan mengumpulkan pemilik lahan untuk memberikan ganti rugi atas pencemaran sawah mereka.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.