TANGERANG - Rumah Sakit Global Medika Tangerang atau RS Awal Bross membantah telah melakukan malapraktik terhadap pasiennya Maureen Angela (8 bulan).
Hal itu diungkapkan Wakil Manajemen RS Awal Bross Dr Elisabet. Menurutnya, apa yang dilakukan pihak rumah sakit kepada pasiennya saat itu sudah benar dan sesuai dengan prosedur kedokteran. "Kami ingin bertindak cepat dan menyelamatkan jiwa pasien," ujarnya kepada wartawan, Senin (7/3/2011).
Untuk itu, tidak benar jika tindakan tersebut dikatakan malapraktik. Sebab, malapraktik menurutnya merupakan tindakan yang menyalahi aturan medis dan berdampak negatif kepada pasien. "Kami sudah sesuai dengan prinsip kedokteran," terangnya.
Dijelaskan, pemberian cairan infus bicnat kepada Maureen saat itu sudah tepat dilakukan. Mengingat kondisi pasien mengalami dehidrasi dan syok berat. Hal itu, tambahnya, terbukti dengan semakin membaiknya kondisi pasien setelah mendapatkan cairan.
"Saat dibawa tanggal 16 Nopember lalu, Maureen sudah tidak sadar dan usianya baru 4 bulan. Pemberian cairan bickarbonat untuk menolong keselamatan pasien dan dibenarkan dalam buku kedokteran," jelasnya.
Namun, hal itu dibantah orangtua pasien, Linda Kurniawati. Menurutnya, setelah diberikan cairan bicnat, tangan Maureen, justru mengalami luka bakar serius hingga berwarna biru keunguan. Bahkan, untuk menutupi luka itu pihak rumah sakit melakukan perban.
"Itu tidak benar. Setelah mendapat cairan bicnat, tangan anak saya mengalami luka bakar dan jaringan kulitnya mati hingga harus dioperasi plastik," sanggahnya.
Bahkan, setelah dioperasi tangan Maureen tidak semakin baik. Kulit di jari telunjuk Maureen ketarik hingga jari tengahnya menjadi agak dempet. Sedang jari kelingkingnya putus dua ruas dan kulitnya ketarik hingga tulangnya mengangkat. Kini, Maureen menderita cacat seumur hidup.
(Dadan Muhammad Ramdan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.