Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bom Buku, 'Pernyataan' Kelompok Radikal Anti Demokrasi

Stefanus Yugo Hindarto , Jurnalis-Kamis, 17 Maret 2011 |09:28 WIB
Bom Buku, 'Pernyataan' Kelompok Radikal Anti Demokrasi
Tim gegana sisir lokasi ledakan di KBR68H, Utan Kayu, Jaktim. (Foto: okezone)
A
A
A

JAKARTA – Bom buku yang dikirimkan kepada Ulil Abshar Abdala, Komjen Pol Gories Mere, dan Japto Surjosoemarno dinilai adalah sebagai pernyataan kelompok anti demokrasi.

Paket bom tersebut juga tidak ada hubungannya dengan pengalihan isu WikiLeaks yang menerpa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Tak ada hubungan antara teror bom dengan WikiLeaks, tak ada kepentingan dari istana untuk menenggelamkan isu tersebut. SBY punya integritas,” ujar Wakil Sekjen Partai Demokrat Ramadhan.

Ramadhan mengungkapkan, teror bom tersebut adalah statment kelompok radikalisme politik yang ditujukan tidak hanya kepada Ulil tetapi juga kepada mereka yang pro demokrasi. “Mereka ingin merusak pilar bangsa, yakni Pancasila, UUD 1945,” katanya.

Oleh sebab itu, Ramadhan mendesak agar polisi cepat untuk menangkap dan mengungkap motif pengiriman bom buku tersebut.

(Carolina Christina)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement