tragedi sukhoi

Kongres GMNI Diduga Disusupi Partai Politik

K. Yudha Wirakusuma - Okezone
Senin, 21 Maret 2011 02:16 wib

JAKARTA - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) akan menggelar Kongres ke-17 pada 21-26 Maret di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Namun sekira 20 DPC GMNI tidak diberangkatkan. DPC tersebut diantaranya berasal dari Sidoarjo, Malang, Jombang, Bandung, Padang, Jakarta, Tapanuli Utara dan Tanah Karo.
 
Terkait hal tersebut, mantan Sekretaris GMNI Jogja, Arie Yanitra menuding bahwa Panitia Kongres Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ke-17 di Balikpapan dinilai sudah dikontrol oleh simbol-simbol kekuasaan dari partai politik yang menyebabkan arah perjuangan gerakan mahasiswa tidak lagi murni dan sarat kepentingan politis.

"Kami merasa presidium dan panitia kongres GMNI saat ini sudah dikontrol simbol kekuasaan sehingga tidak lagi murni. Kami kecewa karena intervensi itu akan merusak arah perjuangan mahasiswa," katanya dalam rilisnya kepada okezone, Minggu (20/3/2011).

Dia menuturkan bahwa kongres GMNI telah disusupi kandidat dari partai politik untuk masuk dalam bursa ketua umum sehingga wakil GMNI yang saat ini masih berada di Jakarta berkomitmen menolak hasil kongres tersebut.

"Tidak transparannya panitia kongres diindikasikan dari upaya membungkam suara dari wakil 20 DPC yang sengaja ditunda keberangkatannya. Karena itu, puluhan aktivis yang kini sudah hadir di Jakarta itu, belum mengetahui jadwal keberangkatan mereka,"imbuhnya.

Kemungkinan,lanjutnya, mereka sengaja tidak memberangkatkan kami karena ada 'permainan' yang sudah direkayasa panitia kongres.

Saat ini puluhan aktivis wakil 20 DPC GMNI di Indonesia melakukan aksi dan menduduki kantor pusat Persatuan Alumni (PA) GMNI menuntut pelibatan mereka dalam kongres GMNI di Balikpapan. (fer)

(hri)

  • Benito » 0 Tanggapan
    SAYAP PDIP? maaf, saya komisaris GMNI FIB UI, tapi saya bukan orang parpol sama sekali. saya juga anti PDIP. dan untuk diperjelas, GMNI BUKAN SAYAP PDIP, sedari awalnya GMNI hadir bersama PNI. saya harap anda harus banyak belajar Sejarah dulu.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Nachito » 0 Tanggapan
    Biasalah GMNI, kalau nggak ada intrik pasti nggak rame. Tapi yang terpenting progressifitas kader dan militansi Pejuang Pemikir tetap berpihak pada kepentingan kaum Marginal. Sammenbundeling van ale revolutionaire krachten
    Beri Tanggapan Laporkan
  • jong celebes » 0 Tanggapan
    Ibarat pasar bursa, trend GMNI kayaknya makin naik aja,... Bos Surya Paloh ama Mas Prabowo aja pengen beli saham GMNI,... hehehe,... Saran buat kawan-kawan GMNI tetap INDEPENDEN dan jangan lupa rakyat marhaen dan tetap konsisten di sisi KIRI. Selamat Ber-KONGRES!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • andi » 0 Tanggapan
    wah belum tau tho kalau GMNI itu sayap dari PDIP, ZA KADERISASI PDIP DAri GMNI, BIASALAH DAPETuang gt biasanya di daerah2 juga gt untuk ngadain kaderisasi
    Beri Tanggapan Laporkan
  • aryadwipangga » 0 Tanggapan
    Gimana nggak tersusupi, dana kongresnya 1,5M dari APBD Prop. Kaltim, yang pidato Surya Paloh, yang buka Menpora. relevansinya sama GMNI di mana ya?
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.