tragedi sukhoi

Istana Berpendapat MUI Berlebihan

K. Yudha Wirakusuma - Okezone
Selasa, 22 Maret 2011 15:47 wib
Ilustrasi (blogspot)
Ilustrasi (blogspot)

JAKARTA - Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha menilai pendapat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Ridwan soal haramnya memberikan hormat kepada bendera adalah hal yang berlebihan.

"Saya belum mengerti konteksnya seperti apa itu, saya anggap itu hal wajar. Menghormati simbol negara adalah hal yang wajar," singkatnya di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Jakarta Pusat, Selasa (22/3/2011).

Penghormatan untuk simbol negara, menurutnya, juga dilakukan oleh negara lain, tidak hanya di Indonesia.

Sebelumnya satu ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Ridwan mengatakan bahwa manusia tidak sewajarnya menghormati sebuah benda, termasuk bendera. Pendapat tersebut keluar setelah melakukan diskusi dengan sejumlah guru besar di Timur Tengah
(crl)

  • jong. » 0 Tanggapan
    Rasa bangga terhadap jasa para pahlawan, rasa bangga memiliki bangsa dan negara ini yang terbentang dari sabang sampai meroke ini, kita bukan negara islam,----seyogyanya harus lebih arif dan bijaksana, tdk perlu lagi mengedepankan kehendak individu, kelompok atau golongan, lebih mengedepankan kepentingan bangsa ini, kemiskinan, pengangguran, kerusuhan dmn mn yang hanya hal sepele, teror dmn mn, cobalah tengok sejarah bangsa ini perjuangan para pahlawan berapa juta orang-orang tua kita menjadi korban,....kita hidup dijaman sekarang ini kalao tdk ada yang mau mengorbankan jiwa raganya dulu mungkin negara kita tdk akan jadi seperti ini,...kin mereka ( Para pahlawan yang gugur ) menangis, menangis dan menangis melihat sikon kondisi negara saat ini di alam kubur menanti kita......
    Beri Tanggapan Laporkan
  • rie » 1 Tanggapan
    tugas mui hanya menyampaikan selesai bila anda tidak setuju sampaikan dengan argumen yg ilmiah bukan dengan emosi klo yg dikedepankan emosi pikiran yg jrnih tertutup,komentar anda cermin pola pikir dan wawasan ilmu yg anda dapat. aporkan
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Penuntut 'ilmu » 0 Tanggapan
    Hanya kepada ALLOH lah kita mengadu atas keberanian kaum muslimin saat ini, yang menolak dan melawan Hadits nabi(yg notabenenya wahyu) dengan akal -akal yang mereka banggakan itu, Bertaqwalah kepada Alloh akhi, takutlah kepadaNya
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Sugiarno S » 0 Tanggapan
    Sebuah sirik massal terus berlangsung. Tolong, yang di atas, yang kuat, dan yang paham agama selamatkan akidah yang di bawah karena kelemahan dan ketidaktahuannnya. Masih ada cara lain untuk menghormati bendera, cukup dilihat --misalnya.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ivan nasution » 1 Tanggapan
    Pak Ky.. Merah Putih adalah bendera yang melambang Negara Indonesia,menghormat bukan berarti kita mengimani nya,kalau mau mengeluarkan fatwa keluarkan fatwa yang lebih bermanfaat untuk umat atau bangsa ini,jangan hanya fatwa ini fatwa itu tapi manfaatnya tdk begitu nyata bagi umat atau rakyat keseluruhannya,koruptor meraja lela..... rakyat kecil makin tertindas... tapi fatwa apa yang dapat menghancurkannya.
    • budioko
      kemiskinan aqidah, kemiskinan iman, kemiskinan ilmu, kemiskinan akhlak. Salah satunya menghiasilkan pandangan ini. He...he... yang bermanfaat itu fatwa yang menghasilkan duit, ya? Mis. Duit koruptor wajib dibagikan ke penganggur difatwakan MUI. He...he...
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.