tragedi sukhoi

Purnawirawan Jenderal Kudeta SBY Gunakan DRI?

Dadan Muhammad Ramdan - Okezone
Kamis, 24 Maret 2011 14:33 wib
Susunan pemerintahan DRI (Ist)
Susunan pemerintahan DRI (Ist)

JAKARTA - Isu penggulingan pemerintahan SBY sebenarnya berpusat dari penyataan terbuka mantan KSAD Jenderal TNI Purn Tyasno Sudarto. Dia kecewa terhadap performa SBY yang sudah keluar dari sapta marga, sumpah prajurit, membuka faham neoliberal masuk, hingga membiarkan tindakan kekerasan terhadap Ahmadiyah.

Tyasno juga dituding ada di balik layar kasus kekerasan yang dilakukan kelompok Islam garis keras, dan merestui lahirnya Dewan Revolusi Islam (DRI) seperti dirilis media Aljazeera. Namun sejauh ini, belum ada bantahan dari Tyasno terkait tudingan-tudingan tersebut.

Pengamat intelijen Andi Wijayanto mengatakan ada tiga skenario untuk melengserkan SBY. Pertama, kudeta militer. Namun isu purnawirawan jenderal akan melakukan kudeta terhadap pemerintahan SBY-Boediono sangat kecil kemungkinan terjadi.

"Untuk melakukan kudeta harus dibutuhkan pasukan setingkat batalion yang dipimpin oleh kolonel. Dalam hal ini tidak ada purnawirawan jenderal yang memiliki akses untuk menggerakkan pasukan aktif. Saat ini Indonesia tidak seperti Libya yang terjadi pecah kekuatan di militer antara yang pro dan kontra-Khadafi," jelasnya kepada okezone, Kamis (24/3/2011).

Selain itu, kata Andi, SBY cukup berhasil membangun soliditas di kalangan militer karena selektif dalam melakukan konsolidasi.

Kedua, kudeta politik. Yakni, melalui proses pemakzulan atau impeachment melalui lembaga legislator. cara ini lagi-lagi para purnawirawan jenderal yang kecewa terhadap SBY tidak punya akses ke politik formal.

Ketiga, upaya impeachment sistematis dengan cara menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah. Hal itu dilakukan dengan menunjukkan ketidakmampuan pemerintah dalam menangani konflik komunal, teror bom, dan lainnya.

"Saat ini memang terjadi upaya untuk menimbulkan ketidakpercayaan terhadap pemerintah. Tapi saya tidak melihat ada upaya sistematis di sini. Baru secara beruntun yang melemahkan pemerintah. Ada rusuh Cikeusik, Temanggung, heboh Wikileaks, sampai, teror bom buku," papar Andi.

Dia menambahkan, gerakan pelemahan ini masih bersifat sporadis. Belum tampak ada individu atau kelompok yang mendalangi semua peristiwa tersebut.

Mengenai dugaan para purnawirawan jenderal berada di balik pendirian DRI yang siap menggantikan pemerintahan SBY-Boediono, Andi juga melihat masih terlalu jauh. "Kalau mereka tetap memegang sumpah prajurit, sapta marga, maka kecil kemungkinannya lakukan kudeta. Militer akan mempertahankan Indonesia tetap dalam bingkai NKRI dan Pancasila," imbuhnya.

Terkait isu kudeta ini, Menko Polhukam Djoko Suyanto pun menanggapinya datar. "Ya, aya aya wae lah, kita kan sudah mengembangkan demokrasi. Tahapan demokrasi sudah ditentukan dan itu diatur oleh undang-undang, kesepakatan kita dalam meneruskan tahapan demokrasi dengan DPR melalui platform politik."

Senada disampaikan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.“Tidak pernah ada laporan yang masuk bahwa ada perencanaan kudeta,” katanya. Purnomo juga membantah adanya anggapan bahwa Presiden SBY terlalu lemah dan terlalu reformis sehingga layak dikudeta.
“Itu tidak betul. Karena dalam menghadapi proses demokratisasi seperti ini ‘kan harus melihat jernih semua permasalahan. Tidak bisa digegabah begitu saja,” katanya.

Anggota Komisi Pertahanan DPR, Salim Mengga juga meragukan kabar rencana penggulingan SBY oleh sejumlah purnawirawan TNI. Purnawirawan berpangkat Mayjen ini bahkan menyebut penggulingan SBY hanya dongeng belaka. "Saya pikir di zaman sekarang ini purnawirawan lakukan kudeta hanya dongeng," ujar Salim.
(ram)

  • ollan » 0 Tanggapan
    Kayaknya kalau masih aktif gak mungkin. terlebih pangkat rendah apa gunanya mereka kudeta emangnya pangkatnya lansung tinggi yang mereka tahu NKRI harga Mati dan kalau ada yang mau menjajah NKRI, Separatis sapu rata dan habiskan dari Bumi poertiwi kita siapapun mereka
    Beri Tanggapan Laporkan
  • nana » 0 Tanggapan
    ini managementisu,Timur tengah udah di obrak-abrik..Indonesia adalah wilayah strategissebagai jalur pelintasan, pemantauan..dsb.. jadi siapa lagi dalang di balik ini... ? wong Osama aja sampai sekarang belum tertangkap.. apa memang sengaja.. atau emang osama itu canggih.. orang sebrang kan canggih lubang semut aja ditemukan apalagi osama..berani maien keroyokan sok jadi dewa penyelamat .. wah puyeng tuh USA..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Abdul Ghofir » 0 Tanggapan
    Emangnya kita ingin panas politik yaaa, kayak di wialayah Timur Tengah yang lagi gayeng menggulingkan pemimpinnya. Di seberang sana negara Teluk sih wajar dan itu jalan rakyat mengubah peta politi otoriter menjadi demokrasi. Tapi disini, SBY kan bukan pepimpin otoriter maka tidak elegan mimpi kudeta itu, apalagi menggunakan identitas Islam yang justru bertentangan dengan nilai islam sendiri. Nggak usah dipusingin donk itu DRI. Alih-alih Indonesia yang mayoritas berpenduduk muslim malah dirugikan karenanya.Rakyat kompak menjaga Indonesia dari kehancuran.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • nofri » 0 Tanggapan
    rakyat indonesia sudah cerdas dan ga perlu dibodoh-bodohi dengan isu2 islam radikal atau negara islam. tapi kalau itu memang yang terbaik untuk negeri ini, setuju aja..!!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Pasukan » 0 Tanggapan
    Kata orang Malasya : Pasukan Tak Bedaya, mau kudeta? Cuma lari aja udah letoyyyy..
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.