JAKARTA- Pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan panglima angkatan bersenjata se-ASEAN bukan bertujuan untuk membentuk pakta militer. Pertemuan tersebut, hanyalah pertemuan informal diantara panglima angkatan bersenjata di ASEAN
"Indonesia tidak setuju bahwa ASEAN itu merupakan suatu pakta militer. Makanya pertemuan panglima angkatan bersenjata ASEAN pagi ini, itu sebenarnya pertemuan informal meeting. Dia sifatnya bukan formal. Itu untuk menghindari suatu persepsi bahwa ASEAN itu adalah pakta militer," ujar Menhan Purnomo Yusgiantoro di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (31/3/2011).
Ketika ditanya apa kerugian menjaga konsensus bersama soal militer, Purnomo menegaskan, semua itu tergantung kepentingannya, misalnya kawasan laut Cina Selatan. Dia menjelaskan, pengawasan di wilayah itu claimant-nya bukan Indonesia, claim-nya itu adalah Malaysia, Brunei dan Filipina. Indonesia dan singapura tidak ikut dalam claimant dari Laut Cina Selatan. Tapi karena Indonesia ada di dalam ASEAN dan ada Asean charter tahun 2002, maka Indonesia bersedia ikut serta memikirkan bagaimana solusi agar Laut Cina Selatan menjadi kawasan damai dan stabil.
"Tapi kita tidak mengenal adanya pakta militer," kata Purnomo.
Alasan, Indonesia menolak pakta Militer dikarenakan hal tersebut tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945. "Konstitusi menyatakan bahwa Indonesia melaksanakan kebijakan yang bebas dan aktif. Jadi tidak mengenal pakta militer. Makanya pertemuan pagi ini bukan pertemuan yang membicarakan yang formal. Namanya adalah pertemuan panglima-panglima angkatan bersenjata informal untuk mencegah persepsi bahwa ini pertemuan formal seperti pertemuan menteri-menteri pertahanan dan pertemuan panglima-panglima di Eropa dalam kaitannya dengan Nato,"paparnya.
Substansi pertemuan informal ini, menyangkut banyak hal dan bukan hanya untuk militer saja. "Kerjasama itu bisa untuk operasi militer selain perang. operasi militer selain perang itu bisa bencana, peace keeping operation, latihan bersama penanggulangan teror, medical, dan maritime security," tukasnya.
(Stefanus Yugo Hindarto)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.