JAKARTA - Wakil Ketua MPR Hajriyanto Tohari menilai, calon presiden independen hanya akan membebani penyelenggara pemilu.
"Capres independen memberatkan penyelenggaraan pemilu, akan terjadi inflict of candidate, sehingga tidak bisa dikelola dengan baik, sulit dikelola KPU," ujar Hajriyanto usai pengajian bulanan di Kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Kamis (31/3/2011) malam.
Dia menambahkan, pencalonan dari calon independen dinilai tidak praktis sehingga berpotensi menimbulkan gelombang kandidat capres independen yang besar. KPU bakal memverifikasi para calon berikut syarat dukungannya.
"Jumlah parpol belum sederhana, calon independen persyaratan apapun yang nanti diatur capres independen tetap pakai ukuran angka, karena kalau menyalonkan 15 persen. Persyaratan apapun tetap saja tidak memuaskan," katanya.
Dia menambahkan, wacana calon independen akan berhenti jika partai politik bersungguh-sungguh berbenah diri serta tidak menjadikan transaksi politik. Sebagai skala prioritas dalam pengusungan kadernya sebagai capres.
"Saya lihat parpol saja membenahi proses rekrutmen, capres membuka diri dalam proses pencalonan. Sekarang parpol tertutup, kesannya terjadi transaksi politik," tandasnya.
(lam)