Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sopir Racuni Kajari Denpasar karena Sakit Hati

Rohmat , Jurnalis-Jum'at, 01 April 2011 |16:21 WIB
Sopir Racuni Kajari Denpasar karena Sakit Hati
Ilustrasi (abstract.desktopnexus.com)
A
A
A

DENPASAR - Akhirnya motif I Nengah Suwela meracuni Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Denpasar Heru Sriyanto menggunakan air accu terkuak.

Sopir pribadi itu mengaku sakit hati dengan sikap Heru yang kerap menegur dan menuduhnya suka mencuri. Pengakuan Suwela itu terungkap setelah pemeriksaan dirinya di Mapolda Bali.

“Saya selalu ditegur kalau ada kehilangan uang dalam tas, maupun kalau saya datang kerja terlambat,” ungkap Suwela, Jumat (1/4/2011).

Suwela mengaku selalu ditegur dan tidak pernah diberi kesempatan untuk mengubah atau memperbaiki diri. Bahkan pria 55 tahun yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus percobaan pembunuhan ini, pernah tidak ditegur selama beberapa hari.

“Biasanya diajak makan siang, belakangan tidak pernah lagi. Terlambat sedikit saja, saya ditinggal. Maunya apa sih dia? Makanya orang semacam dia pantasnya mati,” ujar Suwela saat jumpa pers yang dipimpin Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol I Gde Sugianyar Dwi Putra dan Kapolsek Denpasar Timur AKP I Nyoman Wintara.

Karena sakit hati itu, dia akhirnya berniat menghabisi Kajari dengan cara memasukkan air accu zuu motor ke dalam dispenser, dengan harapan diminum oleh Heru.

“Tersangka melakukan itu dengan maksud apabila air yang bercampur accu diminum Pak Kajari bisa berakibat kematian,” jelas Sugianyar.

Aksi warga Jalan Batuyang Gang Gagak Nomor 3, Batubulan, Sukawati Kabupaten Gianyar, ini dilakukan pada Kamis 24 Maret lalu sekira pukul 10.30 Wita.

(Dian AF)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement