Penderita Hydrocephalus Pasrah Menunggu Ajal Tiba

Jum'at, 01 April 2011 22:05 wib | Dedy Prianto - SUN TV

Ilustrasi (fadedtribune.com) Ilustrasi (fadedtribune.com) PAMEKASAN- Masyarakat beranggapan bahwa hydrocephalus atau pembengkakan di kepala karena cairan di otak, tidak dapat disembuhkan. Sehingga penderita hanya pasrah menunggu ajal.

Selain itu, mahalnya biaya pengobatan menambah keengganan orangtua penderita untuk memeriksakan anaknya. Kondisi ini setidaknya terjadi di Pamekasan, Jawa Timur.

Salah satunya dialami Sakinatul Qalbiyah, putri bungsu pasangan Muhri (55) dan Sumiati (45), warga Desa Kertagennah Laok, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

Sejak lahir benjolan sudah ada di kepala Ina, panggilan akrab Sakina. Setelah dibawa ke dokter, Ina dinyatakan menderita hydrocephalus. Sejak itu, Muhri dan Sumiati, hanya merawat bocah yang kini berusia 9 tahun di rumah.

Sumiati mengaku tidak memiliki biaya untuk mengobati anaknya. Ditambah, anggapan masyarakat bahwa penyakit kepala besar tidak akan bisa sembuh.

Jika rasa sakit kambuh, Ina hanya dibawa ke puskesmas terdekat. Tak ada lagi yang bisa dilakukan orangtua yang sehari-hari hanya bekerja sebagai buruh tani.

Muhri dan Sumiati hanya merawat Ina seadanya, sampai ajal menjemput.
(Dedy Prianto/SUN TV/ton)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »