SIDOARJO- Aulia Nadira Putri yang baru berusia tiga bulan, meninggal dunia di RS Siti Hajar karena sesak napas yang diduga kebanyakan menghirup gas yang keluar dari semburan lumpur Lapindo.
Putri pasangan Rida (35) dan Khoirul Latif (37), selama ini tinggal di Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin yang berdekatan dengan lumpur. Aulia dibawa ke RS Siti Hajar, Selasa lalu setelah sejak Minggu terus mengalami sesak napas dan tak kunjung sembuh. Awalnya, korban menderita batuk, namun berkembang menjadi sesak napas. Karena kondisinya semakin parah dan bayi tiga bulan tersebut terlihat kian kesulitan bernapas, akhirnya dibawa ke rumah sakit.
Kondisi anak kedua dari dua bersaudara itu tersebut terus menurun, meskipun sudah mendapat perawatan terbaik oleh pihak rumah sakit yang menempatkan korban di ruang anak bangsal Darul Amin 2. Aulia juga mendapat bantuan pernapasan dari tabung oksigen.
Dua jam sebelum meninggal, napas korban terlihat tersengal-sengal. Bahkan, untuk bernapas saja, bayi yang masih merah itu sampai harus menggerakkan pundaknya. “Anak saya saat lahir normal. Tapi akhir-akhir ini menderita sesak napas. Maklum mas, rumah kami dekat lumpur mungkin gara-gara setiap hari menghirup bau lumpur dan gas,” ujar Rida sembari mengelus-elus kepala anaknya, Kamis (14/4/2011).
Rida mengaku, sebenarnya rumah yang ditempati itu masuk peta terdampak lumpur dan harusnya mendapat ganti rugi. Namun, sampai saat ini sama sekali belum memperoleh ganti rugi. “Jangankan 80 persen yang 20 persen saja belum dapat,” tandasnya.
Jarak rumahnya hanya beberapa meter dari tanggul lumpur. Dengan jarak itu, gas yang keluar dari pusat semburan sangat tercium dari rumahnya. Apalagi ketika angin berhembus dari pusat semburan ke utara. Kondisi seperti ini terjadi setiap hari, apalagi kalau sore hari bau lumpur dan gas sangat terasa.
Keluargnya bertahan di sana karena belum mendapat ganti rugi sama sekali dari PT Minarak Lapindo Jaya (Minarak). Sehingga, tidak ada uang untuk pindah apalagi membuat rumah baru. Satu-satunya hanya berharap uang ganti rugi untuk menata hidup lagi.
Bukan hanya itu, Latif yang sebelumnya bekerja sebagai buruh bangunan, kini juga menganggur karena habis kecelakaan. Kepala Bagian Keperawatan RS Siti Hajar, Sri Untari mengatakan, Aulia menderita sesak napas karena udara lingkungan yang tidak bagus. ”Paru-paru bayi itu sudah kena. Salah satu penyebabnya, karena Aulia menghirup udara yang tidak sehat, apalagi dekat lumpur yang juga keluar gas,” ujarnya.
(Dadan Muhammad Ramdan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.