JAKARTA - Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) meminta Presiden SBY mendirikan sebuah lembaga khusus untuk mengampanyekan internalisasi nilai yang dikandung empat pilar negara. Hal tersebut guna menggiatkan kembali penanaman nilai Pancasila dan UUD 1945.
"Kami imbau Presiden sebagai Kepala Negara agar upaya internalisasi nilai-nilai luhur yang merupakan jati diri bangsa lebih diintensifkan lagi," ujar Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Syaefuddin, usai pertemuan pimpinan MPR dengan Presiden, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (21/4/2011).
Presiden diharapkan mengkaji dan mendalami gagasan tersebut. "Beliau menjanjikan dalam waktu yang cepat akan mendindalkanjuti usulan ini. Implementasinya di lapangan yang perlu didiskusikan bagaimana pelembagaannya. Ini yang perlu kita pikirkan," tuturnya.
Menurut Lukman, MPR juga berharap lembaga tersebut berada dibawah eksekutif bukan MPR, punya kaki-kaki sampai kebawah sehingga ini bisa masif dilakukan.
Apakah ke sekolah-sekolah seperti P4? "Ya ini yang polanya perlu dibentuk. Oleh karena itu, kami berharap masukan dari para pakar, pemerhati untuk mengetahui bagaimana prinsip-prinsip dasar nilai-nilai luhur ini betul-betul bisa tercerabut dari semua anak bangsa. Kami berharap insitusi ini punya perwakilan di provinis kabupaten dan kota sehingga bisa lebih aplikatif," ucapnya.
Intinya, kata Lukman, bagamana bisa menyegarkan ingatan anak bangsa terhadap empat pilar kehindupan berbangsa dan bernegara. Namun metodologinya bukan indoktriansi dan penafsiran tunggal, hanya penafsiran penguasa saja yang benar.
"Tentu kami tidak ingin menggunakan cara-cara seperti itu karena ini kan living ideolgy. Ideologi yang hidup di tengah-tengah masyarakat karena itu harus terbuka dan tentunya harus lebih banyak dialog," tukasnya.
(Dadan Muhammad Ramdan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.