JAKARTA - Partai Golkar tidak khawatir dengan niat putra bungsu penguasa Orde Baru, Hutomo Mandalaputra alias Tommy Soeharto menggagas berdirinya Partai Nasional Republik.
"Saya kira tidak ada masalah. Setiap orang punya hak mendirikan partai. Kita hargai hak politik mereka. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan," kata Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham kepada okezone, Senin (25/4/2011).
Menurut Idrus, rakyat saat ini sudah semakin cerdas dan dapat menentukan pilihan. Dengan hadirnya Partai Nasional Republik, kata dia, juga terbuka kesempatan untuk bersaing secara fair.
"Tantangan kita adalah meyakinkan rakyat. Rakyat kan semakin cerdas melihat. Kita akan bersaing kualitatif. Partai yang eksis ke depan adalah partai yang dapat menyampaikan aspirasi rakyat," kata Idrus.
Diberitakan, Tommy bersama mantan Ketua DPRD DKI Jakarta 1997-2002 Mayjen TNI (Purn) Edy Waluyo, Mantan Sekjen Hanura Yus Usman serta tokoh-tokoh lainnya, menggagas pembentukan partai baru, Partai Nasional Republik.
"Ide awal Nasional Republik dari Mas Tommy, akhirnya kita sepakat membuat Nasrep untuk didaftarkan sebagai partai politik baru," kata Edy Waluyo. Untuk memperkuat konsolidasi, Nasrep juga telah menggelar rapat koordinasi nasional (Rakornas) Dewan Pendiri Partai di Hotel Crowne, Jakarta.
(Dede Suryana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.