MAROS- Daeng AHA, warga yang tewas dalam bentrokan dengan polisi di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa siang jenazahnya dijemput oleh Kepala Desa Cendrana, Kabupaten Maros, untuk dipulangkan ke kampung halamannya. Sementara itu, korban luka lainnya masih dalam perawatan pihak Rumah Sakit Bhayangkara.
Dengan menggunakan ambulans milik Pemda Kabupaten Maros, jenazah Daeng AHA akan dibawa ke kampung halamannya di Desa Laiya Kecamatan Cendrana, Maros.
Penjemputan jenazah Daeng AHA ini, mendapat perhatian serius puluhan pengunjung di Rumah Sakit Bhayangkara. AHA tewas setelah diterjang timah panas petugas saat terlibat keicuhan pada Senin 9 Mei malam.
Selain Daeng AHA, bentrokan tersebut juga menewaskan seorang anggota polisi bernama Aiptu Abdurrahim.
Sementara itu tiga rekan Daeng AHA, Mukhtar, Syarif, dan Ruslan, hingga kini masih dirawat di ruang Maleo Rumah Sakit Bhayangkara Makassar karena mengalami luka di bagian kaki akibat terkena tembakan.
Sejumlah aparat Kepolisian bersenjata lengkap dari Polresta Maros, terlihat berjaga di depan pintu ruang perawatan. Di rumah sakit tersebut, seorang anggota polisi bernama Bripka Aswan juga masih mendapat perawatan akibat luka dalam insiden semalam.
Bentrokan antara warga dengan polisi di Kabupaten Maros bermula saat anggota polisi menghentikan Daeng AHA bersama tiga rekannya yang mengendarai sepeda motor tanpa helm, serta membawa senjata tajam.
Saat dihentikan itulah, korban merasa tersinggung dan akhirnya mengamuk dan menyabetkan parang ke arah Aiptu Abdurrahim.
Anggota kepolisian lainnya tak tinggal diam dan akhirnya melumpuhkan keempat warga tersebut, dan Daeng AHA menjadi korban yang tewas saat kejadian.
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.