tragedi sukhoi

Kritik Berbau SARA, Inilah Klarifikasi Bambang Soesatyo

Rizka Diputra - Okezone
Jum'at, 20 Mei 2011 13:10 wib
ist
ist

JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo mengklarifikasi terkait pernyataan kontroversialnya yang berbau SARA kepada Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.

Dia mengatakan, tudingan isu SARA yang marak diberitakan bukan maksud ditujukan kepada Mari Elka Pangestu melainkan kepada negara China.

"Saya perlu meluruskan terkait tudingan isu sara yang secara jelas dalam sebuah diskusi kemarin di DPR saya sampaikan kritik terhadap berbagai kebijakan Mari Pangestu (pemerintahan SBY) yang lebih pro China. Ketimbang kepentingan rakyat Indonesia," kata Bambang melalui pesan singkat yang diterima okezone, Jumat (20/5/2011).

Dia menambahkan, pernyataannya tersebut sama sekali tidak bersifat rasis atau mendeskriditkan ras tertentu.

"Jadi sebenarnya, bukan soal rasis, tapi pembicaraan saya ditujukan lebih kepada negara China yang selalu diuntungkan dari kebijakan rezim ini," sambung Wakil Bendahara Umum Partai Golkar itu.

Oleh sebab itu, lanjut Bambang, demi bangsa Indonesia dia meminta Mari Elka Pangestu agar lebih bersifat nasionalis. "Agar kebijakan dan sepak terjangnya sebagai pejabat negara mendahulukan kepentingan nasional dan melindungi industri dalam negeri bukan asing termasuk China," pungkasnya.

Sebelumnya, Bambang menuai kecaman setelah melakukan kritik berbau SARA kepada Menteri Perindustrian Mari Elka Pangestu dalam sebuah diskusi di Gedung DPR bertajuk “Orde Baru vs Reformasi” Kamis kemarin.
 
Bambang dalam diskusi melontarkan sindiran kepada Menteri Mari Elka Pangestu. “Jangan heran kalau kebijakan Elka membeli pesawat MA-60 dari China, itu lebih mengacu ke nenek moyangnya,” kata Bambang.

Sebagaimana diketahui, Mari Elka memang selama ini diketahui sebagai satu-satunya menteri yang memiliki darah keturunan Tionghoa. (put)
(hri)

  • multiyardi » 0 Tanggapan
    sok pintar aja, mbanya dapat dimana
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Harry » 1 Tanggapan
    Alamak, kalau bicara seperti klarifikasinya yah tidak ada yg tersingung. Tapi yang keluar bukan begitu, BS katakan Mari Pangestu kebijakannya belik besawat dari china karena nenek moyangnya china, yah lain sekali dong dengan klarifikasi anda. Kalau mau memluruskan yah minta maaf, jangan mombodohkan publik, publik juga tahu maksudnya jelas beda. Tolong jangan menganggap bodoh publik, karena masyarakat sekarang banyak sekali yang pemikirannya lebih intelektual ketimbang BamSoet dan tutur katanya lebih baik... kok mau mengakali mereka, yah seperti anak SD mau bohongi ortunya
    • Handy
      Akui saja kesalahn Mu bamsat,jadi wong jowo ya mesti legowo,ksatrio,jgn spt banci,mintalah maaf kepada Bu Marie Pangestu itu lbh bermartabat
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Drs. David Santosa » 0 Tanggapan
    sdh bcr masih mangkir..benar2x wakil rakyt yg bejat tdk punya dedikasi..bambang tdk pantas anda keluarkan kata2x spt itu,sdhkah terbukti menguntungkan pihak china??didalam diskusi sebaiknya anda menanyakan lbh jls knp kebijakan bgt,apa alasannya,apa pendukungnya,apakah benar krn nenek moyang??atau krn hal apa??anda wkl rfakyt tp ngomongnya kyk org tdk sekolah..kasihan golkar..malu sy sebagai rakyat punya wakil spt ini..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • sen » 0 Tanggapan
    Apa yang dilakukan oleh lidah dan mulut adalah perintah dari otak dan hati. Pernyataan BS pasti sudah dipikir dan dihayati. Siapa menabur angin akan menuai badai berlaku di sini. Dengan meminta maaf juga tidak dapat menghapus "dosa" yang terlanjur terjadi, apalagi kalau tidak mau meminta maaf.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • mongolid » 0 Tanggapan
    Abis nenek moyangnya pak BambangS seorang pelaut sih.., bukan penerbang/pilot.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.