DENPASAR- Dewan sepakat dengan aspirasi ratusan sopir pariwisata yang tergabung dalam Asosiasi Sopir Angkutan Pariwisata Freelance (ASAPF) mendesak Pemerintah Provinsi Bali agar menghentikan razia terhadap mereka.
Aspirasi mereka kembali disuarakan di hadapan wakil rakyat di Kantor DPRD bali, Renon, Denpasar. "Kami meminta Pemerintah Provinsi Bali menghentikan razia terhadap sopir "freelance"," tegas Ketua ASAPF Bali Wayan Suata, Jumat (20/05/2011).
Menurutnya, razia terhadap para sopir tersebut sangat merugikan dan berpeluang terjadinya praktek pungli. Karena itu mereka meminta pemerintah mencarikan jalan keluar dalam mengurus izin operasional kendaraan pariwisata.
Suata menambahkan, razia tim gabungan antara lain Satpol PP, Dishub dan kepolisian yang mengenakan tilang terhadap sopir tersebut cukup tinggi mencapai Rp1 juta, membuat para sopir resah saat mengantar wisatawan ke sejumlah obyek wisata.
Mereka kemudian diterima Komisi I DPRD Bali Made Arjaya didampingi anggota dewan lainnya, I Wayan Gunawan, Made Sumiati, Dewa Rai, dan Cok Budi Suryawan.
Para sopir mengaku bukan tidak mau mengurus izin kendaraan tersebut, namun karena birokrasinya sangat berbelit-belit dan biayanya sangat mahal, sehingga mereka enggan mengurus.
Karena itu, dewan diminta membantu memfasilitasi kesulitan mereka dalam pengurusan izin. Massa sopir menilai tingginya besaran biaya izin itu bertentangan dengan penjelasan Kadis Perhubungann I Made Santha menyebutkan biaya pengurusan kelengkapan izin angkutan pariwisata besarnya Rp50 ribu.
Padahal kenyataannya untuk mendapatkan izin tersebut biayanya antara Rp5 juta sampai Rp7 juta.
Ketua Komisi I DPRD Bali Made Arjaya berjanji menindaklanjuti ke instansi terkait antara lain ke Dinas Perhubungan dan Satpol PP.
"Kami minta pemprov dalam hal ini Satpol PP dan Dishub untuk menghentikan 'sweeping' terhadap para sopir 'freelance' sampai pengurusan izin kendaraan selesai," kata Arjaya menegaskan.
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.