tragedi sukhoi

Peringati 13 Tahun Reformasi

Gagal Memimpin, 'SBY' & 'Boediono' Mengemis di Medan

Sabtu, 21 Mei 2011 19:47 wib
Ilustrasi demo (Foto: Dok Okezone)
Ilustrasi demo (Foto: Dok Okezone)

MEDAN- Puluhan mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Medan menggelar aksi unjuk rasa memperingati hari reformasi ke-13 yang jatuh pada 21 Mei hari ini.

Dengan mengusung foster dan spanduk, mahasiswa ini menggelar aksinya tepat di pinggiran Tugu SIB di Jalan Gatot Subroto Medan, Sumatera Utara, Sabtu (21/5/2011).

Mahasiswa juga mengecam SBY-Boediono yang telah satu periode lebih memimpin Indonesia, namun tidak membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

Ini dibuktikan karena masih banyaknya tebang pilih dalam prosesi hukum terhadap para koruptor.

Selain itu, mahasiswa juga menilai SBY-Boediono sebagai antek-antek negara barat yang tidak berpihak pada rakyat dan kerap meminta bantuan dari negara lain dalam menyelesaikan permasalahan multidimensi di Indonesia. Ini bukti rezim pemerintahan SBY-Boediono telah gagal.

Usai menggelar orasi, para mahasiswa menggelar aksi teatrikal yang mempertontonkon dua orang mahasiswa tengah menggunakan topeng SBY-Boediono sedang menengadahkan tangan untuk mengemis.

Sejumlah mahasiswa pun melempari kedua orang itu dengan uang koin dan uang kertas. Usai mengemis kepada sejumlah mahasiswa, sosok ini kembali meminta-minta terhadap sejumlah pengendara yang melintas di kawasan ini

Aksi teatrikal inipun mendapat perhatian dari para pengendara yang melintas, dan mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian.
(Yasir Nasution/SUN TV/kem)

  • CREDO HASIANDO NAIBAHO » 0 Tanggapan
    OJO LEBAY.....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Udhien sedunia » 0 Tanggapan
    Siapa sih presidennya Indonesia skrg?
    Beri Tanggapan Laporkan
  • raymond akhmaddin.sh » 0 Tanggapan
    40 oranglebih ketua partai macam banyak isi otaknya,yg gagal lah,yang lebih dari ordebaru lah,yg tebang pilih lah,bgmn tak multi dimensi persoalan jadi nya orang orang parpol dan adudombanya kepemerintah di jadikan alat isu gagal ;dan lsm serta mahasiswa di motori untuk galang ributin terus pemerintah.semua pada taksadar diri dan saat skrg sulit membedakan antara isu dan fitnah dan merasa paling benar dan ini kompetisi politik tidaksehat,memang secara fakta ketika sby menjalankan pencittraan dirinya yg terangkat dari kebijakannya saat itupula semua lawan politiknya membuat tangkisan dan kampanye kejelekan.sepanjang sby menjalankan amanah reformasi indonesia dan menjalankannya juga pada saluran demokrasi yah itulah yg dinamakan etape tahap perubahan sesungguhnya.tq
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.