tragedi sukhoi

Pleno KPU Morotai Ricuh, 5 Orang Luka Tembak

Rival Fahmi - Okezone
Sabtu, 21 Mei 2011 20:35 wib
Ilustrasi senjata api (Foto: Ist)
Ilustrasi senjata api (Foto: Ist)

TERNATE- Pleno rekapitulasi perhitungan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pulau Morotai berujung ricuh. Massa pendukung salah satu kandidat yang dinyatakan kalah oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten setempat, marah dan bertindak anarkis.

Lima orang dilaporkan terluka akibat terkena tembakan aparat keamanan yang mencoba mengamankan massa yang berontak karena tak terima dengan keputusan KPU tersebut.

Pleno KPU sendiri dilangsungkan di Markas TNI-AU, Daruba, Morotai Selatan Sabtu (21/5/2011) siang WIT. Saking ketatnya pengamanan yang dilakukan aparat, wartawan pun dilarang untuk melakukan peliputan jalannya pleno tersebut.

Sebelumnya suhu politik di Morotai memanas seiring dengan isu yang berkembang adanya praktik-praktik money politics. Ditenggarai massa tak terima kandidatnya dinyatakan bukan sebagai pemenang Pilkada Bupati Pulau Morotai.

Padahal dalam pleno di tingkat kecamatan sebelumnya, kandidat pasangan nomor urut tiga yakni Rusly Sibua-Weni Paraisu memperoleh suara terbanyak. Namun, dalam pleno rekapan yang dilakukan KPU, justru pasangan Arsyad Sardan yang unggul dalam perolehan suara.

Hal inilah yang diduga sebagai pemicu marahnya para pendukung pasangan kandidat Rusly-Weni, sehingga berbuat onar dengan melempari petugas keamanan. Polisi yang kewalahan untuk menenangkan massa, akhirnya terpaksa melepaskan tembakan peringatan namun tak digubris massa.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh informasi identitas korban penembakan tersebut. Pihak berwenang yang sempat dihubungi via telepon seluler belum memberikan jawaban atas kejadian ini.

Namun dari keterangan sumber-sumber setempat yang dihubungi Okezone menyebutkan, dua korban luka tembak saat ini sudah diseberangkan ke Tobelo, Halmahera Utara, yang memiliki fasilitas rumah sakit lebih memadai dibandingkan di Daruba, ibukota Pulau Morotai dan dalam perawatan intensif. Sisanya hanya dirawat di RS Daruba.

Pilkada Morotai sendiri diikuti enam pasang calon. Pasangan nomor satu Arsyad Sardan-Demianus Ice yang oleh KPU memperoleh suara terbanyak dengan 11.455 atau 33,72 persen suara.

Disusul pasangan nomor urut tiga Rusly Sibua-Weni Paraisu dengan 10.649 suara (31,33 persen). Pasangan Anghany Tandjung-Arsyad Haya memperoleh 6.453 suara (18,98 persen), Umar Hasan-Sepnath Pinoa memperoleh 4.268 suara (12,55 persen), pasangan Faisal Tjan-Lukman Bajak hanya meraup 927 suara (2,72 persen) dan posisi juru kunci ditempat pasangan Decky Sibua-Maat Pono dengan 229 suara (0,67 persen).

Morotai sendiri saat ini tengah berbenah menyambut pelaksanaan kegiatan Sail Indonesia tahun 2012. Morotai sebagaimana dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan dijadikan tuan rumah acara bertaraf internasional itu. (kem)

(ful)

  • Unde Iwisara » 0 Tanggapan
    Kepada calon bupati tetap berjuang untuk kepentingan dan kemajuan kab morotai. bagi kpud lihatlah hasil perolehan suara jangan memanipulasi suara karena uang. kami dari jakarta selalu memantau dan mendukung kebenaran. Rusli berjuang terus kalo ngana benar.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • morotai peace » 1 Tanggapan
    KEPADA PIHAK YANG MEMILIKI KUASA ATAS PERSOALAN PEMILUKADA AGAR MENINDAK LANJUTI KEJADIAN TERSEBUT. SANGAT DISAYANGKAN KETIKA PILIHAN RAKYAT DIRUSAK OLEH PENGUASA LOKAL YANG MEMILIKI KEKUASAAN, UANG DAN PENGARUH ATAS PROSES TERSEBUT. DITAMBAH NAFSU DAN KESERAKAHAN APARAT PELAKSANA PEMILU YAITU KPUD SETEMPAT YANG TERINDIKASI KUAT TERLIBAT MONEY POLITIK DENGAN PASANGAN YANG DIMENANGLKAN LEWAT PLENO TERSEBUT. DITAMBAH PASANGAN YANG DIMENANGKAN ADALAH UTUSAN DARI PROVINSI YANG MEMILIKI KEPENTINGAN BESAR TERHADAP ANGGARAN PEMBANGUNAN MOROTAI. SEGALA CARA DIGUNAKAN UNTUK MEMENANGKAN PEMILIHAN TERSEBUT. PROSES DAN PIDANAKAN SELURUH PIHAK YANG TERLIBAT ATAS KONSPIRASI TERSEBUT...!!!
    • fornichly revi dara
      benar, setuju. KPU Morotai perlu diperiksa, sebab ada indikasi ke money politik dengan menetapkan pasangan yg harusnya bukan pemenang/peraih suara terbanyak. masalah ini harus di bawa ke MK (mahkama konstitusi) untuk memetuskan keputusan KPU Morotai apakah sdh tepat atau penuh dengan rekayasa politik.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.