tragedi sukhoi

Charta Politika: Pernyataan Bambang Stereotipe dan Rasis

Susi Fatimah - Okezone
Selasa, 24 Mei 2011 15:57 wib
ist
ist

JAKARTA - Pernyataan bernada rasis oleh politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo  yang dialamatkan kepada menteri perdagangan Mari Elka Pangestu dinilai tidak mendasar. Demikian disampaikan pengamat politik Charta Politika, Yunarto Wijaya.

Menurutnya, pernyataan Bambang tersebut merupakan bentuk penilaian individual yang justru bisa memicu konflik. 

"Ini kira-kira ngarang dari mana Bambang Soesatyo? Menurut saya ini jelas sterotipe, prejudis dan rasisme. Mana ada korupsi berhubungan dengan nenek moyangnya," kata Yunarto dalamsebuah diskusi bertema "Sikapi Politik Rasis Anggota DPR" di rumah makan Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (24/5/2011).

Yunarto menjelaskan, pernyataan Bambang tersebut bisa berbahaya apabila prejudis tersebut digunakan dalam komunikasi massa.

Dia kemudian mengingatkan agar Bambang sebagai wakil rakyat sadar bahwa ucapannya diliput oleh media massa. Menurutnya, pernyataan Bambang itu dapat berpengaruh terhadap citra Golkar.
 
"Sikap Bambang memancing perdebatan, lumayan mendominasi di twitter. Jangan-jangan sikap seperti ini mendominasi para wakil rakyat kita yang berpikir seperti itu. Sikap Bambang Ini mempengaruhi citra partai," katanya.

Lebih lanjut Yunarto menambahkan, kalimat yang terlontar dari mulut Bambang mencerminkan bahwa dirinya masih memiliki sikap dan pemikiran rasis. "Sikap Bambang seperti itu menunjukan masalah komunikasi politik sangat pelik dalam anggota dewan," pungkasnya.

Seperti diberitakan, Bambang Soesatyo melontarkan pernyataan yang dinilai bernada rasis dalam dialektika demokrasi "Orde Baru vs Reformasi" di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Kamis 19 Mei 2011 lalu. Ketika itu, Bambang mengatakan, beda dengan zaman Soeharto, tapi terlihat dari kualitas yang berbeda.

"Maaf, Bukan mau membandingkan, Karena zaman Soeharto itu ada seleksi yang cukup ketat, bukan hanya basa-basi pemilihan menteri, dishooting bahwa dipanggil sama presiden, lalu terpilih, hanya show up tapi kualitasnya terlihat. Jangan heran kalau kebijakan Elka membeli pesawat MA 60 dari China itu lebih mengacu ke nenek moyangnya," kata Bambang saat itu. (put)

(hri)

  • no name » 0 Tanggapan
    Apakah ada kemungkinan Bambang Soesatyo ini agen Amerika? Karena kita tahu bahwa Amerika sedang gencar2nya berperang dengan Cina dalam hal perdagangan? Seberapa besar dia dibayar Amerika?
    Beri Tanggapan Laporkan
  • dini » 0 Tanggapan
    Mendag : Dilahirkan di Indonesia. Dia orang Indonesia. Tentu saja dia bela Indonesia. Harus dikonfirmasi langsung alasan pembelian MA 60 tersebut. Jangan asal nuduh. Semua orang cina yang lahir di Indonesia cinta Indonesia. Jangan nuduh begitu. Aku ga percaya orang sekelas pejabat bisa keluarkan statement seperti itu..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • China Islam » 0 Tanggapan
    China sudah Islam sejak zaman Nabi Muhammad SAW tahun 600. Indonesia Nusantara masih Animisme Berhala, Nenek Moyang Bambang Soesatyo menurut Buku Pelajaran SMP I (kelas 7) berasal dari Yunnan datang ke Nusantara tahun 200 sebelum masehi. tapi tahun 1400 Majapahit runtuh, Islam dibawa Arab Yaman sosialis komunis, turunannya adalah Bambang Soesatyo jadi Rasialis, karena China Islam belajar langsung dari Arab Turunan Rosulullah, sedang Bambang Soesatyo hasil kawin campur dengan Arab Yaman, Madshab Syafii, jadi lazim kalo Bambang Soesatyo RASIS.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.