JAKARTA - Pengamat politik Charta Politika, Yunarto Wijaya menilai politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo tak ubahnya seperti politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul.
Menurutnya, baik Bambang maupun Ruhut berperan penting menjadi bemper partainya masing-masing untuk mengeluarkan pernyataan yang bersifat kontroversial.
"Khusus Bambang ini konsekuensi dalam posisi orang yang di plot untuk hal-hal yang kontroversi dan menarik perhatian publik. Bamsat siap menjadi bemper politik. Dia ini perannya untuk mengeluarkan yang kontroversial, sama seperti Ruhut di Demokrat," kata Yunarto dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (24/5/2011).
Menurutnya, hal ini akan berbahaya apabila pernyataan tersebut bertujuan untuk meresahkan masyarakat. Yunarto sebelumnya juga mengatakan, pernyataan Bambang yang bernada rasis tersebut bukan mustahil dapat berpengaruh terhadap citra partainya.
Seperti diketahui, Bambang Soesatyo pernah melontarkan pernyataan yang dinilai bernada rasis dalam dialektika demokrasi "Orde Baru vs Reformasi" di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Kamis 19 Mei 2011 lalu. Ketika itu, Bambang mengatakan, beda dengan zaman Soeharto, tapi terlihat dari kualitas yang berbeda.
"Maaf, Bukan mau membandingkan, Karena zaman Soeharto itu ada seleksi yang cukup ketat, bukan hanya basa-basi pemilihan menteri, dishooting bahwa dipanggil sama presiden, lalu terpilih, hanya show up tapi kualitasnya terlihat. Jangan heran kalau kebijakan Elka membeli pesawat MA 60 dari China itu lebih mengacu ke nenek moyangnya," kata Bambang saat itu. (put).
(hri)