Makin Banyak Modifikasi, Angkot Gaul Tambah Laris

|

Interior angkot gaul di Padang (Foto: Rus Akbar/Okezone)

Makin Banyak Modifikasi, Angkot Gaul Tambah Laris

JIKA Anda jalan-jalan ke Padang, Sumatera Barat, jangan kaget melihat angkutan kota (angkot) di wilayah tersebut penuh modfikasi dan nyentrik layaknya mobil gaul.

Inilah yang menjadi daya tarik agar sopir angkot dapat meningkatkan jumlah penumpang. Sehingga mereka bisa menutup setoran sebesar Rp110 ribu-Rp140 ribu per hari (belum termasuk bensin) serta makan. Mereka pun berlomba agar angkot mereka semakin diminati.

Hal senada diungkapkkan Riko (33), sopir angkot. Riko mengatakan modifikasi angkot baginya adalah untuk peningkatan rasa percaya diri ketika berebut penumpang.

“Ada rasa bangga jika mobil yang saya bawa itu bagus dan modifikasinya mantap, tapi sopir lain mungkin bisa jadi punya pendapat lain,” tuturnya saat ditemui okezone di warung sebelah Masjid Muhammadiyah Padang.

Meski demikian, banyaknya modifikasi ternyata juga menentukan jumlah setoran yang harus dibayar. “Kalau modifikasinya sederhana, paling setorannya antara Rp110 ribu sampai Rp140 ribu sehari. Tapi kalau full modif, setoran bisa mencapai Rp170 ribu per hari,” ungkapnya.

Dayat (29) sopir angkot jurusan Tabing-Pasar Raya dengan mobil jenis Carry warna putih, modifikasi baginya berarti meningkatkan pendapatan. Apalagi, kalau ingin merebut penumpang anak sekolah yang pulang dan pergi.

“Orang Padang ini seleranya sangat memilih. Kalau hanya polos atau standar, mereka tidak mau naik mobil kita. Jika sudah demikian, tentu saja kita kalah bersaing. Lihat saja ke sana yang modif penuh penumpang, yang polos lebih sepi,” kata Dayat usai meminum kopi pakeknya bersama Riko.

Keuntungan bukan hanya diperoleh sopir angkot, namun juga penjual aksesoris mobi. Seperti Zamzami (42) penjual aksesoris mobil meraup keuntungan dari adu modifikasi angkot balap ini.

“Dengan adanya modif mobil angkot ini satu hari bisa menghasilkan pendapatan Rp3 juta sampai Rp5 juta,” katanya di bengkel cutting sticker EPM di Jalan Aru, Kecamatan Padang Timur.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang Firdaus Illyas melihat modifikasi mobil menimbulkan persaingan sehat sesama pengemudi sopir angkot. Ada sekira 2.772 unit angkot modifikasi di kota Padang dengan jurusan atau trayek yang berbeda-beda

”Dari keterangan para sopir, alasan menambah aksesoris mereka untuk menarik penumpang, namun kalau aksesorisnya banyak dan memakai kaca film, kita akan menangkapnya dan menyuruh membuka aksesoris tersebut,” tutur Firdaus.

Alasannya, pihak Dinas Perhubungan melakukan razia di antaranya selain sudah kelewat memodifikasi, juga ada penumpang yang tidak nyaman dengan bunyi musik terlalu keras.

”Peluang lain adalah para pencopet dan penodong sangat rawan terjadi di angkot, kalau memakai kaca film pelaku dan korban tak nampak dari luar, kini kita masih terus merazia,” ucapnya.

(kem)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
komentardisclaimer

    berita lainnya

    • Etalase

      "Munir" Tetap Suarakan Keadilan

      Sunyi, kala belasan pegiat hak asasi manusia (HAM) dari Jaringan Pemuda Batu mengunjungi sebuah makam di TPU Kelurahan Sisir, Kota Batu, Jawa Timur, akhir pekan lalu.

    • Etalase

      Derita Balita Pengungsi Korban Tsunami Mentawai

      Gizi buruk dialami sejumlah anak dari pengungsi korban tsunami Mentawai. Minimnya asupan makanan bergizi serta lingkungan yang kotor turut berkontribusi membuat anak-anak tumbuh secara tidak normal.

    • Etalase

      Yadnya Kasada di Mata Wong Tengger

      Rela bolos sekolah serta rela menunda atau meninggalkan pekerjaan demi melarung sesaji ke kawah Gunung Bromo. Lantas, apa itu Yadnya Kasada di mata orang Tengger?

    • Etalase

      Istimewanya Upacara Yadnya Kasada di Gunung Bromo

      Yadnya Kasada termasuk upacara yang istimewa bagi warga Tengger karena diselenggarakan di Gunung Bromo. Dalam upacara tersebut juga diadakan ujian dan pengkuhan dukun-dukun baru.

    Baca Juga

    Kecelakaan Tol, Dua Orang Terjepit di Dalam Mobil