KUTA - Jika sebelumnya Pantai Kuta dipenuhi sampah kiriman seperti batang dan ranting pepohonan, kini sampah-sampah plastik banyak berteberan bahkan tak kurang tiga truk berisi sampah plastik dibersihkan dari pantai, tadi pagi.
Sampah plastik masih mendominasi di sepanjang bibir pantai yang dikenal dengan ombak biru dan pasir putihnya itu, seperti terlihat saat aksi bersih pantai yang melibatkan ribuan orang.
Hanya dalam tempo tak kurang dari tiga jam, sejak aksi dimulai pukul 06.30 Wita, sampah-sampah plastik berhasil dikumpulkan di beberapa titik mulai Pantai Segara hingga Pantai Kuta.
Beberapa turis yang melihat aksi bersih-bersih ini juga turut ambil bagian memunguti sampah untuk selanjutnya dibawa alat berat dan dipindahkan ke truk-truk pengangkut sampah. Semua sampah itu dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir di Suwung, Denpasar Selatang.
“Dengan melibatkan berbagai komunitas, kami salurkan CSR dalam upaya menjaga Keep Bali Clean, yang sejalan dengan anjuran pemerintah provinsi agar Bali menjadi tujuan wisata utama yang bebas dari sampah,” ujar GM Sales & Customer Service Telkomsel Regional Bali Nusra, Syaiful Bachri didampingi Satgas Pantai Kuta, Anak Agung Ngurah Tresna di Kuta, Minggu (29/05/2011).
Program CSR tersebut kata dia, seluruhnya mengacu pada konsep Millennium Development Goals (MDGs) dimana salah satunya melingkup bidang pelestarian lingkungan hidup. "Kami selalu mengkampanyekan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup agar tetap ajeg kepada masyarakat luas,” imbuh Syaiful.
Selain bersih-bersih pantai, juga dilakukan penanaman pohon serta pelepasan belasan tukik. Sebagai apresiasi kepada peserta yang berpartisipasi sekaligus untuk menggalakan budaya cinta lingkungan hidup.
Dalam kesempatan sama, Ketua Satgas Pantai Kuta, Ngurah Tresna menjelaskan, berbagai komponen masyarakat sudah mulai menunjukkan kepeduliannya terhadap kebersihan pantai.
Diakuinya banyaknya sampah kiriman baik organik maupun non organik, terutama saat angin barat sempat merepotkan petugas kebersihan. Bahkan pernah volumne sampah kiriman di sepanjang Pantai Kuta bisa mencapai 1.494 kubik perharinya.
"Setiap hari petugas kebersihan dan masyarakat sekitar telah membersihkan pantai dari sampah, namun tetap saja masih banyak sampah ditemukan. Ya kami ini ibaratnya berpacu dengan sampah, begitu datang malam paginya harus dibersihkan," katanya.
Pada bagian lain, Syaiful menjelaskan, sasaran CSR tidak hanya berkaitan dengan aktivitas lingkungan luar ruang seperti bersih-bersih pantai saja.
"Di dalam internal kami juga sudah lama menggalakan pola kerja yang ramah lingkungan misalnya dengan menggunakan BTS Go Green terbesar di Asia, memanfaatkan kertas recycle dan e-paper untuk adminstrasi surat menyurat antar divisi, memproduksi material promosi yang ramah lingkungan," kata dia.
(Lamtiur Kristin Natalia Malau)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.