Potret Kampung Idiot di Ponorogo

|

(Foto: Anang Purwanto/Trijaya)

Potret Kampung Idiot di Ponorogo

PONOROGO - Meski 65 tahun Indonesia telah merdeka, namun sungguh tragis nasib saudara-saudara kita yang ada di empat desa di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur ini.

Bagaimana tidak, hampir seluruh masyarakat di sini memiliki keterbelakangan mental atau biasa disebut idiot. Yang lebih menyedihkan lagi, mereka semua miskin. Makanya kampung ini disebut sebagai Kampung Idiot.

Ada sebanyak 503-an orang yang tinggal di empat desa ini yaitu, di Desa Krebet dan Sidoarjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, dan Desa Karangpatihan serta Desa Pandak, Ponorogo. Mereka tidak bisa diajak komunikasi atau bahkan menjalani hidup, seperti manusia normal.

Bahkan Mayoritas warga idiot ini berusia produktif yaitu 30 hingga 40 tahun ke atas,  dan sebagian kecil lagi adalah usia balita hingga dewasa. Faktor genetik, perkawinan sedarah, kurang gizi dan lingkungan menjadi penyebab mereka terpinggirkan.

Salah satu di antaranya ada yang hanya makan daun-daunan dan tinggal dalam pasungan selama 20 tahun, di rumah yang beratap jerami dan beralaskan tanah. Semua aktivitas hidup dijalaninya di lokasi pemasungan yang berada di belakang rumah. Samiun namanya, dia berumur 25 tahun dan tinggal bersama neneknya Mariyem. Samiun dipasung karena selain idiot, juga karena selalu ingin menabrakkan diri terhadap apa saja yang ditemuinya.

Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah, agar cap negatif ini tidak terus mendera bumi Reog. Mulai pemberian bantuan makanan bergizi hingga pemeriksaan kesehatan rutin dilakukan sejak lama. Hasilnya anak-anak mereka yang berumur dibawah 25 tahun mulai kembali normal.

Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri saat meninjau Desa Krebet, pada Minggu (29/05/2011), mengaku sedih melihat kondisi mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan.

Mensos mengatakan, pemerintah akan membangun rumah kasih sayang yang akan dilengkapi dengan makanan maupun lauk pauk, agar warga idiot ini bisa beraktivitas normal.

“Kalau diberi uang mereka pun tidak bisa menggunakannya, sehingga langkah yang tepat adalah membangun rumah sederhana dan memberikan fasilitas makanan dan lauk pauknya” tegas Mensos. Dengan pembangunan itu diharapkan warga idiot ini bisa kembali hidup normal.

(ful)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Tanggul Bengawan Solo Retak, Empat Rumah Terancam Hanyut