Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ngotot Bangun Gedung Baru, DPR Tak Pancasilais

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Selasa, 31 Mei 2011 |13:53 WIB
<i>Ngotot</i> Bangun Gedung Baru, DPR Tak Pancasilais
Gedung baru DPR (Foto: Dok DPR)
A
A
A

JAKARTA - Sikap DPR yang ngotot merealisasikan pembangunan gedung baru terus menuai kecaman. Sejarawan Anhar Gonggong menyebut anggota DPR sudah tidak lagi Pancasilais.

Terlebih, kata Anhar, di saat masih banyak rakyat yang kelaparan dan sama sekali belum menikmati kesejahteraan sebagai warga negara.

“Kegagalan Pancasila itu sebenarnya karena gagalnya penafsiran dari yang seharusnya. Contoh sederhana yang saya maksud itu pada konsepnya, tidak pernah ada orang atau ilmuwan kita yang mencoba menerjemahkan ideologi Pancasila,” kata Tenaga Profesional Bidang Kesejaharahan Lemhanas ini, di Jakarta, Selasa (31/5/2011).

Contoh lainnya, lanjut sejarawan LIPI ini, lembaga negara baik eksekutif, legislatif, dan yudikatif, kerap kali membuat kebijakan yang tidak didasarkan pada nilai-nilai Pancasila.

“Pertanyaan mendasar Pancasilaiskah keinginan DPR membangun gedung dengan harga triliunan, sementara di tengah-tengah mereka masih ada sekian juta manusia yang miskin, bahkan ada satu kecamatan di Jawa Tengah yang seluruh penduduknya idiot,” ujarnya.

Alhasil, lebih penting manakah gedung baru untuk anggota DPR yang kinerjanya dipertanyakan, dibanding kehidupan bernegara dengan menganut nilai-nilai Pancasila yang berdampak pada kehidupan rakyat yang sejahtera secara ekonomi dan religius.

“Sederhana sebenarnya kan? Itulah salah satu cara implementasikan Pancasila, karena kita merdeka untuk merubah,” pungkasnya.

(Dede Suryana)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement