tragedi sukhoi

Sejarah Kelam Pak Harto

Menghabisi Preman dengan Petrus

Fahmi Firdaus - Okezone
Jum'at, 10 Juni 2011 09:15 wib
wordpress
wordpress

JAKARTA - Awal tahun 1980-an Jakarta digegerkan dengan banyaknya temuan mayat dalam karung mengambang di sungai. Anehnya lagi, mayat-mayat tersebut sebagian tubuhnya dihiasi oleh tato.
 
Media massa yang terbit pada masa itu hampir seluruhnya menampilkan penemuan mayat-mayat bertato dengan dada atau kepala berlubang ditembus peluru.
 
Dalam sehari, di berbagai kota besar di Pulau Jawa, ada  mayat ditemukan dalam keadaan tangan terikat atau dimasukkan ke dalam karung yang digeletakkan begitu saja di emperan toko, bantaran kali, dan di semak-semak .
 
Sontak preman pada masa itu menghilang bak ditelan bumi, mereka takut dijadikan sasaran oleh penembak misterius (petrus). Belum ada angka yang pasti mengenai korban tewas dari penebak misterius tersebut.
 
Komite untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) meyakini ratusan menjadi korban operasi pemberantasan kejahatan atau yang dikenal operasi penembakan misterius (petrus) periode 1983-1985.
 
“Petrus metode Soeharto untuk menghabisi kriminal di berbagai tempat, mereka dianggap maling, perampok dan lainnya,”  kata aktivis Kontras, Ali Nursahid kepada okezone, Kamis (9/6/2011).
 
Dalam operasi tersebut menurutnya Soeharto pada masa itu menggunakan extra judicial killing atau bentuk penghukuman seseorang tanpa proses pengadilan.
 
“Banyak yang menjadi korban dari Solo, ada juga dari Jakarta, Yogjakarta dan lainnya,” ujarnya.
 
Saat ini menurut Ali, Kontras sudah membentuk  tim yang proses akhirnya diserahkan kepada Komnas HAM.
Selain korban Petrus, Kontras saat ini masih terus mengawal kasus  peristiwa penghilangan orang secara paksa pada tahun 1997-1998.
 
“ Penculikan aktivis 1998 masih kita kawal, pihak keluarga  juga berharap jika tewas tolong diberi tahu makamnya dimana,” pinta Ali.

(abe)

  • indonesiana » 0 Tanggapan
    kl skrng jgn preman,perampok,pemerkosa aja yang di eksekusi...koruptor kalo bisa yng duluan di eksekusi.....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • BINAWAN » 1 Tanggapan
    Nah mana peran kontras ketika ada preman merusak kafe, tempat ibadah, menghancurkan persatuan umat dengan tindak kekerasan ??????? kok preman dibela mati2an kalo orang baik dipremani kok didibiarkan ????????
    • omen
      betul tu gan,bikin gituan,daripada gk kerja aja hehehe
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Niza » 0 Tanggapan
    Memang,dikala itu indonesia mjd sgt aman dipasar trminal stasiun gak da preman (cerita dr bokap) tp mantan preman yg sudah tobat jg dihabisi.....yg sdh kmbali kejln yg bnar jg dihabisi.....(kakek q,mantan anggota siliwangi prnah jam 12 mlm,rumahny didatangi para petrus,u/ mnginap.....petrus,sesakti apapun dukun ato preman ttp bisa dikalahkan petrus)
    Beri Tanggapan Laporkan
  • GaJe » 0 Tanggapan
    like this deh.. ^^
    Beri Tanggapan Laporkan
  • trie » 2 Tanggapan
    Lha wong KONTRAS itu simpatisan PKI, apapun yang dilakukan Soeharto pasti jelek di mata mereka. Kelompok2 anti Soeharto justru yang membuat kekacauan negeri ini tak pernah berakhir.
    • bram
      mas jangan bilang warisan orba bapak anda juga orang yang menikmati hasil orba begitupun anda. setiap kepemimpinan itu ada baik dan buruknya tetapi lebih bagus kepemimpinan jaman orba dari sekarang. kalau masalah warisan orba itu tergantung dari perilaku seseorang biasanya orang yang suka mengkritik ndak jelas argumennya hanya ikut ikutan tidak prisip hidup. mohon maaf kalau menyinggung perasaan tapi ini biasanya memang fakta. kita kalau berbicara harus punya bukti dan fakta ynag jelas itu baru good comment
    • edi purnomo
      Tolong Pancasilaisnya dimana sebagai negara hukum dan Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia, kok Penculikan ala PKI digunakan apa dibenarkan secara hukum Tuhan dan Hukum Pancasila yang benar, coba to renungkan bersama, karena memang hukum kala itu tidak pernah ditegakkan, hanya kekuasaan kemungkaran yang digunakan, penguasa saat itu udah lupa diri apa mana hidup yang sejati, hanya kebohongan yang selalu dibangun, akibatnya apa yang terjadi, semua ini juga masih warisan orba.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.