JAKARTA – Figur Presiden Soeharto saat ini tengah dirindukan sejumlah pihak. Pasalnya, mereka berpendapat pada zaman itu Indonesia jauh lebih baik ketimbang saat ini.
Namun, sejarah juga mencatat bahwa pada rezim Soeharto pula sederet kasus HAM terjadi. Salah satunya insiden penembakan di Kampus Trisakti atau yang biasa disebut Tragedi 12 Mei 1998.
Kala itu, krisis ekonomi yang melanda Indonesia berbuntut gelombang demonstrasi besar-besaran di sejumlah kampus. Tujuan mereka hanya satu, yakni menjatuhkan rezim Orde Baru yang sudah berkuasa selama 32 tahun. Aktivis 1998, Ridwan Darmawan menceritakan kembali masa kelam tersebut kepada okezone.
“Saat itu suasana sangat mencekam, kami menggelar aksi di kampus dan melakukan konsolidasi dengan rekan-rekan lainnya,” kata Ridwan, Jumat (10/6/2011).
Tentara bersenjata lengkap berjaga-jaga dengan kendaraan berat di berbagai sudut kota. Tidak gentar dengan situasi tersebut, Ridwan dengan sejumlah mahasiswa lainnya menyebarkan virus-virus perlawanan di kampus-kampus.
“Ketika mendengar rekan kami tertembak peluru aparat, kami colling down merapatkan barisan di kampus-kampus,” ujarnya.
Menurut Ridwan, pada saat itu Soeharto ingin melakukan upaya yang lebih besar kepada mahasiswa dan aktivis. Namun saat itu masyarakat dan mahasiswa sudah siap akan situasi tersebut.
“Pada saat pecah kerusuhan terjadi pembakaran dimana-mana, dan pemerkoasaan kepada kaum minoritas,” ujarnya. Ridwan meyakini kejahatan HAM itu, sudah dipersiapkan sebelumnya.
“Yang melakukannya adalah intelejen dan kelompok tertentu,” ujarnya.
Penembakan oleh aparat saat itu menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti serta melukai puluhan maahasiswa lainnya.
Mereka yang tewas adalah Elang Mulia Lesmana, Heri Hartanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie. Mereka tewas tertembak dalam tragedi chaos kampus Trisakti, Grogol Jakarta Barat. Hingga kini, terus mendesak pemerintah untuk menyelesaikan kasus tersebut.
(TB Ardi Januar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.