tragedi sukhoi

Penembakan Polisi di Palu

Istri Tersangka Protes Cara Penangkapan Densus 88

Jum'at, 10 Juni 2011 04:00 wib
Ilustrasi
Ilustrasi

POSO - Istri Zainul alias Inul dan Maman alias Papa Agam, dua orang terduga kelompok penembak polisi di Palu yang terjadi Rabu tiga pekan lalu, menyesalkan cara penangkapan suaminya oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror.
 
Anggota Densus 88 menciduk keduanya di rumah masing-masing di Desa Lape, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, langsung di hadapan anak-anak mereka tanpa dilengkapi surat penangkapan.
 
Isteri Zainul, Risnaini pada Kamis sore 9 juni 2011 mengaku sebelum dan sesudah terjadinya penembakan polisi di Palu, suaminya berada di rumah dan bekerja di kebun.

Selama itu Zainul  tidak keluar kota. Oleh karenanya, Risnaini menolak tuduhan polisi jika suaminya disebut teroris karena selama ini aktivitasnya hanya di kebun dan rumah serta mengikuti pengajian seperti biasa.

Risnaini menuturkan, suaminya ditangkap Densus 88 ketika mengantar dua orang anak mereka pulang dari dari sekolah dengan menggunakan sepeda motor. Akibat penangkapan itu dua anaknya yang masih kecil-kecil itu saat ini mengalami depresi.

Apalagi, menurutnya seorang anak perempuannya yang masih kecil juga sempat diancam untuk ditembak oleh petugas kalau tidak masuk ke dalam rumah saat penangkapan itu terjadi.

sementara istri Maman, lina mengaku suamianya ditangkap di kebun Kakao saat mengelola kebun milik majikannya. Keinginannya menjenguk suaminya yang ditahan tidak diperbolehkan polisi sehingga membuat Lina mengalami goncangan jiwa. Dia berharap dapat menjenguk suaminya yang sementara ditahan polisi.

Para istri dari kedua tersangka itu juga berencana untuk mengadukan Densus 88 ke Mabes Polri, Komnas HAM, dan Komisi Perlindungan Anak di Jakarta.
(Yoanes Lita/SUN TV/abe)

  • agak cerdas » 0 Tanggapan
    saya yakin komentar di bawah bagian dari teror.... kalau anda cerdas, tau apa yg ada di balik densus dan ada apa di balik dana besar densus, smoga suatu saat konspirasi ini bisa terbongkar....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • yeremia » 0 Tanggapan
    ini 3 orang yg komentar pertama manusia bukan sih?? ato udah ga punya hati? ato pesenan densus plus kroco2nya ??
    Beri Tanggapan Laporkan
  • istripolisi » 0 Tanggapan
    berarti, istri polisi yg terbunug oleh teroris juga harus protes ??? knp teroris waktu ngebunuh para polisi tidak disertai SURAT PEMBUNUHAN ??? ckckc kita main bego2 an dasar teroris laknatulloh
    Beri Tanggapan Laporkan
  • bukan org baek » 0 Tanggapan
    Suruh protes tuh keluarga tersangka sama Keluarga korban penembakan Biar di sumpel t*i mulutnya Masih banyak org taat hukum Diindonesia buat apa manusia Busuk macam itu
    Beri Tanggapan Laporkan
  • oioi » 0 Tanggapan
    Seharusnya cara pengangkapan yang bener intu mesti permisi dulu, "permisi.... buntennnn....saya mau menangkap suami anda tersangka penembakan...."
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.